Bukan UFO, Tapi Tradisi ‘Piring Terbang’ yang Menyatukan Warga
Fatayatnujember.com- Sabtu, 11 Oktober 2025 — Suasana penuh keakraban tampak mewarnai acara Walimatul ‘Ursy yang digelar di kediaman M/A, warga Dusun Ajung Kulon. Acara pernikahan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga dan masyarakat sekitar, tetapi juga menghadirkan daya tarik tersendiri melalui tradisi jamuan unik yang disebut “piring terbang.”
Tradisi piring terbang menjadi sorotan bagi para tamu undangan. Cara penyajian hidangan dilakukan dengan cepat dan efisien, di mana para pelayan mengantarkan piring-piring berisi makanan dari tangan ke tangan dengan gerakan yang teratur dan terkoordinasi. Makanan seperti nasi, lauk pauk, dan hidangan khas daerah tersaji dengan rapi hingga ke tangan para tamu yang duduk melingkar.
Menurut keterangan Ibu Syamsiah, tamu dari Paron, Ngawi, Jawa Tengah, tradisi piring terbang bukan sekadar cara menyajikan makanan, melainkan juga bentuk penghormatan kepada tamu. “Dengan piring terbang, tamu tidak perlu repot mengambil makanan sendiri. Semua sudah diantarkan langsung oleh petugas jamuan. Ini bentuk penghormatan dan perhatian tuan rumah agar tamu merasa lebih dihargai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sistem piring terbang lebih efisien dibandingkan prasmanan. Selain mempercepat proses jamuan, cara ini juga menjaga kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial antarwarga. “Tamu bisa tetap duduk santai, berbincang, dan menikmati hidangan tanpa berdesakan. Di sini, rasa kekeluargaan sangat terasa,” tambahnya.
Tradisi seperti ini masih lestari di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, terutama pada acara hajatan besar seperti pernikahan atau khitanan. Selain menampilkan nilai gotong royong, tradisi piring terbang juga menjadi simbol kearifan lokal masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat dan kebersamaan.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan suasana yang hangat, Walimatul ‘Ursy di Dusun Ajung Kulon kali ini bukan hanya menjadi momen sakral bagi kedua mempelai, tetapi juga cerminan kuatnya budaya warga dalam menjaga rasa hormat, kebersamaan, dan tradisi lokal yang terus hidup hingga kini.
Penulis : Faiqotul Munawaroh
Editor : Nurul Infitah


Keren beritanya update yang lagi hangat dan juga mengangkat tradisi budaya leluhur yang baik agar terap terjaga. Semoga ini bisa terbit di semua media baik sosial media termasuk YouTube dan media cetak. NU tetap Jaya menjaga NKRI
Maturnuwun🙏 Iya, semoga dengan berita seperti ini, tradisi leluhur kita bisa terus dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda.