Fatayat NU Gelar Khataman Al-Qur’an dan Kajian Fiqih Puasa untuk Semarakkan Syiar Ramadan
Fatayatnujember.com- Organisasi perempuan muda Fatayat Nahdlatul Ulama terus menggelar berbagai kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan khataman Al-Qur’an yang dipadukan dengan kajian fiqih puasa sebagai upaya memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mempererat ukhuwah di kalangan kader perempuan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU di wilayah Mayang, Kabupaten Jember pada Sabtu, 28 Februari 2026. Acara berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Ulum Kjayan dan diikuti oleh pengurus serta anggota Fatayat NU setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an yang berlangsung khidmat. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di aula pesantren, menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia.
Selain khataman, kegiatan juga diisi dengan kajian keislaman bertema fiqih puasa yang disampaikan oleh pengasuh pesantren, Nyai Hj. Nanik. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pemahaman yang benar mengenai hukum-hukum puasa agar ibadah yang dijalankan tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang lebih mendalam.
Dalam kajiannya, ia menjelaskan berbagai aspek penting terkait ibadah puasa, mulai dari syarat wajib puasa, rukun puasa, hal-hal yang dapat membatalkan puasa, hingga hikmah spiritual yang terkandung di dalamnya.
Ia juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan pengendalian diri.
“Puasa adalah madrasah kesabaran. Di dalamnya kita belajar menahan diri dari yang halal demi ketaatan kepada Allah, apalagi dari yang haram,” ujarnya di hadapan para peserta.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus memperkuat semangat menjalani Ramadan dengan bekal ilmu dan kesiapan spiritual yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU berharap dapat terus menghadirkan ruang-ruang pengajian yang mencerahkan serta memperkuat peran perempuan dalam dakwah dan pembangunan umat di tengah masyarakat.
Kontributor: Siti Aminah
Editor: Nasilah

