Fatayat NU Klompangan II dan Remas Al Mu’thi Bagikan Ratusan Takjil di Sumuran
Fatayatnujember.com- Pimpinan Ranting Fatayat NU Klompangan II bersama Remaja Masjid (Remas) Putra dan Putri Masjid Al Mu’thi Sumuran, Klompangan, menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka bersama selama 10 hari terakhir Ramadhan.
Kegiatan tersebut dimulai pada Rabu (11/3/2026) sebagai hari pertama pembagian takjil yang rencananya akan berlangsung hingga akhir Ramadhan.
Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Klompangan II, Yeni Mar’atus Sholihah, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menyambungkan ukhuwah Islamiyah, menyatukan chemistry antaranggota, serta menjadi sarana belajar bersama tentang indahnya berbagi di bulan penuh berkah,” ujar Yeni.
Pada hari pertama pelaksanaan, panitia menyiapkan sekitar 400 cup takjil berupa es teller yang dibagikan kepada masyarakat di sekitar Masjid Al Mu’thi dan para pengguna jalan yang melintas. Selain itu, sekitar 50 paket makanan dan minuman juga disalurkan kepada kaum duafa di wilayah Sumuran, Klompangan.
Yeni menjelaskan, kegiatan berbagi takjil sebenarnya biasanya dilaksanakan oleh Fatayat pada tanggal 16 Ramadhan yang bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Namun, tahun ini kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan seperti biasanya karena keterbatasan biaya.
“Biasanya Fatayat mengadakan bagi takjil sekaligus kegiatan pada malam Nuzulul Qur’an. Namun karena keterbatasan biaya, tahun ini kami hanya melaksanakan khotmil Qur’an pada saat peringatan Nuzulul Qur’an. Sementara kegiatan bagi takjil di Sumuran ini dipelopori bersama oleh Remas dan Fatayat,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Remas menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi serta upaya mendekatkan generasi muda dengan kegiatan masjid.
“Kenapa kami berkolaborasi dengan Remas? Karena kami ingin lebih dekat dengan mereka. Ini juga bagian dari pengkaderan. Mereka adalah anak-anak hebat yang kelak akan menggantikan kami. Selain itu, kolaborasi ini juga untuk meramaikan masjid dan mengajak anak-anak muda agar terbiasa datang ke masjid,” katanya.
Dana kegiatan bagi takjil ini berasal dari iuran anggota Fatayat sebesar minimal Rp25.000 per orang. Apabila dana iuran belum mencukupi, panitia juga menggunakan dana kas organisasi. Pada hari pertama pelaksanaan, kas organisasi turut digunakan sekitar Rp300.000 untuk menutup kekurangan biaya.
Proses pembuatan menu takjil dilakukan secara gotong royong oleh para anggota Fatayat. Sahabat Faik menyiapkan bahan jelly, Sahabat Isnaini membuat mutiara, sementara Sahabat Putri dan Sahabat Laili bertugas mengiris alpukat dan nangka. Sahabat Wati, Sahabat Faik, Sahabat Aziz, dan Sahabat Fitri membantu memotong jelly, sedangkan Sahabat Yeni menyiapkan krim es teller bersama Sahabat Rezy yang meracik bahan minuman.
Ketua Remas Putra Masjid Al Mu’thi, Sarjono, mengaku bangga dapat kembali berkolaborasi dalam kegiatan berbagi takjil tersebut.
“Kami sangat senang karena sudah hampir enam tahun terakhir kami terbiasa berkolaborasi dalam kegiatan bagi takjil pada 10 hari terakhir Ramadhan,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat budaya berbagi di masyarakat serta mendorong masjid menjadi ruang bersama bagi kegiatan sosial dan keagamaan.
Kontributor: Luluk Sultoniah
Editor: Yulis Sri Wahyuningsih

