Meneguhkan Khidmah dan Kebersamaan, PCNU Jember Gelar Tasyakur 103 Tahun NU
Fatayatnujember.com- Dalam rangka memperingati 103 Tahun berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember menggelar Tasyakur 103 Tahun NU yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Pondok Pesantren Darul Arifin, Bangsalsari, Kabupaten Jember, Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Nikmat Terindah adalah Hidup yang Diisi Ibadah dan Khidmah di Jam’iyah.”
Momentum istimewa tersebut dihadiri oleh berbagai unsur struktural dan badan otonom NU. Lima sahabat Fatayat NU Ancab Wuluhan Anisatul Mukhoyaroh, Restu Ristilawati, Siti Muzayinah, Mashithoh, dan Usfiyatul Jannah turut hadir sebagai bentuk khidmah dan kecintaan terhadap jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Rangkaian Acara Penuh Khidmah
Sejak pagi hari, peserta mulai berdatangan dan melakukan registrasi yang dibuka pukul 07.30 WIB. Acara dihadiri oleh jajaran tokoh NU, badan otonom, serta pejabat daerah. Hadir di antaranya Bupati Jember Gus Fawaid, Ketua PB LDNU Jakarta K.H. Syamsul Arifin (Gus Aab), Ketua MWC NU Sidoarjo Zainal Abidin, serta unsur Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan Banser.
Pukul 08.30 WIB, acara diawali dengan pembacaan aurod berupa Rotib Syaikhona Mohammad Cholil dan Rotib Hasyimiah. Resepsi acara dimulai pukul 08.45 WIB dengan pembukaan oleh master of ceremony yang sarat makna dan mampu membangkitkan antusiasme hadirin. Tawassul dipimpin oleh K.H. Ahmad, dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi dan Sholawat Badar oleh Ustadz Al Farizi.
Sebagai wujud cinta tanah air dan jam’iyah, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya dan Subhanul Wathon yang dibawakan oleh Fatayat NU Ancab Bangsalsari.
Pesan Perjuangan dan Kepedulian Sosial
Sambutan selamat datang disampaikan oleh ketua panitia, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua PCNU Jember K.H. Syaiful Bahri. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rangkaian kegiatan Harlah NU ke-103 sekaligus memotivasi seluruh hadirin untuk terus berkhidmah dan berjuang bersama NU.
Nilai kepedulian sosial ditunjukkan melalui santunan simbolis dari PC LAZISNU Jember. Disampaikan hasil penggalangan dana sebesar Rp55.811.000 untuk korban bencana di Aceh, Sumatra, dan Semeru, serta santunan untuk dhuafa. Capaian ini menempatkan PCNU Jember pada peringkat ke-11 dari 34 PCNU se-Jawa Timur.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara PCNU–MWCNU dengan Kementerian Agama Kabupaten Jember dan Universitas Islam Jember terkait program baca tulis Al-Qur’an bagi guru, sebagai ikhtiar nyata NU dalam penguatan pendidikan keagamaan.
Orasi Khidmah dan Refleksi Sejarah NU
Dalam Orasi Khidmah Jam’iyah, Zainal Abidin menegaskan bahwa amanah sebagai pengurus NU harus dijalankan dengan cinta (mahabbah). NU, menurutnya, hidup dari kebersamaan, urunan, tahlilan, dan gotong royong. Menjadi pengurus NU berarti siap menyumbangkan harta, waktu, dan pikiran (luman). Ia juga memaparkan program unggulan MWC NU Sidoarjo tahun 2026, di antaranya Harlah NU di Saudi Arabia dan program rutin sedekah nasi bungkus.
Doa dipimpin oleh K.H. Mukhsin Baits, dilanjutkan istirahat, makan siang, dan sholat Dhuhur berjamaah. Pada sesi siang hari, disampaikan pula koordinasi teknis peringatan 100 Tahun NU tingkat PWNU Jawa Timur dan PCNU Jember yang akan digelar Ahad, 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana Malang.
Refleksi 103 Tahun NU disampaikan oleh K.H. Syamsul Arifin (Gus Aab). Beliau menjelaskan tiga faktor internal lahirnya NU, yaitu Tasyfirul Afkar (pemikiran keagamaan), Nahdlatul Wathon (nasionalisme), dan Nahdlatut Tujjar (penguatan ekonomi umat). Gus Aab menegaskan bahwa dakwah NU bersifat ramah, sejuk, dan penuh rahmah.
Sambutan Bupati Jember Gus Fawaid menjadi salah satu yang paling dinantikan. Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap NU sebagai penggerak ekonomi informal masyarakat. Gus Fawaid juga berkomitmen pada tahun 2026 memberikan bantuan Rp20 juta untuk pondok pesantren, peningkatan layanan kesehatan, optimalisasi Bandara Jember rute Bali–Jakarta, serta kemudahan pembuatan KTP di tingkat kecamatan.
Penutup Penuh Keberkahan
Acara puncak ditutup dengan Istighosah Kejayaan NU dan NKRI serta Tasyakur 103 Tahun NU, ditandai pemotongan simbolis 103 tumpeng NU yang dipimpin Rais Syuriyah PCNU Jember K.H. Muhyiddin. Hadirin diajak membaca Sholawat Nariyah 11 kali serta Asmaul Husna Ya Jabbar dan Ya Qohhar masing-masing 99 kali.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama sesuai zona. Kehadiran Fatayat NU Ancab Wuluhan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang sarat ilmu, inspirasi, dan semangat khidmah. Semoga nilai perjuangan yang diperoleh semakin menguatkan langkah berkhidmah di Nahdlatul Ulama. Aamiin.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

