Migrant Care Jember Peringati 16 HAKTP, Ribuan Warga Bersatu Lawan Kekerasan terhadap Perempuan
Fatayatnujember.com- Jember, Ribuan warga memenuhi Lapangan Universitas Jember (UNEJ) pada Sabtu, 7 Desember 2025, dalam peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang digelar oleh Migrant Care Jember bersama jejaring Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi). Meski lapangan becek akibat hujan, semangat peserta tidak surut dan sejak pagi mereka telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan.
Acara diawali senam bersama yang diikuti anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, hingga lansia. Suasana semakin meriah ketika relawan Desbumi memimpin yel-yel perjuangan yang menggema di lapangan. Seruan “Lawan kekerasan pada perempuan!” dijawab kompak oleh peserta yang menunjukkan komitmen kuat dalam menolak segala bentuk kekerasan.
Setelah senam, panggung ekspresi menampilkan Tari Butak Pangodi’en yang dibawakan anak-anak Desbumi. Tarian ini menyampaikan pesan tentang perjuangan manusia menaklukkan sifat angkara murka dan menggambarkan keberanian perempuan dalam menghadapi ketidakadilan dan kekerasan. Penampilan tersebut disusul oleh orasi Fita, perwakilan Desbumi, yang menegaskan bahwa perempuan berhak bebas dari kekerasan dan diskriminasi. Orasinya mendapat tepuk tangan panjang dari peserta yang hadir.
Mahasiswa Universitas Jember juga turut memberikan orasi terkait perlindungan perempuan, hak anak, pendidikan, dan kampanye anti bullying. Mereka menyediakan permainan edukatif Ular Tangga Pintar untuk anak-anak dan orang tua, berisi pertanyaan seputar anti kekerasan yang dikemas secara menarik dan interaktif.
Di sisi lapangan, puluhan UMKM meramaikan kegiatan dengan menjual aneka makanan, minuman, serta produk kerajinan. Desbumi ikut menampilkan karya ecoprint seperti kain motif daun, sandal, sepatu, dan pakaian siap pakai, sebagai wujud kreativitas sekaligus kemandirian ekonomi perempuan desa.
Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Gambyong yang menghadirkan pesan simbolik tentang kesuburan, kehidupan, dan penghormatan terhadap perempuan sebagai pusat peradaban. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, peserta menikmati makan bersama, berfoto, dan saling berinteraksi dalam suasana penuh keakraban.
Koordinator Migrant Care Jember menyampaikan bahwa peringatan 16 HAKTP bukan sekadar acara seremonial, melainkan upaya nyata membangun masyarakat yang aman dan bebas dari kekerasan. Ia berharap kesadaran publik terhadap isu perlindungan perempuan semakin meningkat dan terus diperjuangkan.
Peringatan 16 HAKTP tahun 2025 di Jember berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna. Kehadiran ribuan warga menjadi bukti bahwa perjuangan menghapus kekerasan terhadap perempuan merupakan tanggung jawab bersama dan harus terus diperkuat dari waktu ke waktu.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

