Menguatkan Adab dan Bakti kepada Orang Tua melalui Ngaji Kitab Mar’atus Sholihah
Fatayatnujember.com- Suasana bulan suci Ramadhan 1447 H semakin terasa bermakna dengan terselenggaranya ngaji kitab Mar’atus Sholihah pada hari kedua, Sabtu (20/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di SMK 01 Diponegoro Wuluhan dan diikuti oleh para guru TK Muslimat se-Kecamatan Wuluhan.
Ngaji tersebut merupakan bagian dari kegiatan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Muslimat (IGTKM) Kecamatan Wuluhan yang menghadirkan Ustadz Agus sebagai pemateri. Para peserta tampak hadir dengan penuh semangat, tidak hanya untuk menambah wawasan keilmuan, tetapi juga untuk memperbaiki diri dan memperdalam pemahaman tentang akhlak anak kepada orang tua.
Pada pertemuan ini dibahas bab Mar’ah Sholihah teng Tiang Sepah Kaleh, yang menguraikan kewajiban serta adab seorang anak terhadap kedua orang tua. Materi yang disampaikan mengingatkan kembali bahwa ridha Allah SWT sangat berkaitan erat dengan ridha orang tua.
Dalam kajian tersebut dijelaskan berbagai adab yang perlu dijaga oleh seorang anak, di antaranya mendengarkan nasihat orang tua dengan sungguh-sungguh, tidak membantah atau bermuka masam ketika dinasihati, serta bersikap rendah hati dan penuh hormat. Anak juga dianjurkan membantu orang tua tanpa mengharap imbalan, tidak mengambil barang tanpa izin, serta bersikap sopan ketika orang tua menerima tamu.
Selain itu, ditegaskan pula pentingnya melaksanakan perintah orang tua dengan ikhlas selama bukan perintah maksiat, tidak banyak menuntut, serta tidak bersikap kasar. Anak hendaknya selalu mendoakan kedua orang tua setelah sholat, berbagi rezeki bagi yang mampu, serta berupaya mendahulukan kepentingan dan menyenangkan hati orang tua sebagai jalan menuju surga.
Kitab Mar’atus Sholihah juga membahas adab kepada orang tua yang telah lanjut usia. Anak dituntut untuk bersabar dan telaten dalam merawat, memahami keinginan mereka, tidak membicarakan kekurangannya, serta tidak memerintah meskipun dalam hal ringan. Anak juga dianjurkan untuk selalu memohon doa restu dan tidak membiarkan orang tua hidup sendirian dalam keadaan jauh.
Kegiatan ngaji Ramadhan ini menjadi momentum muhasabah bagi para guru dan peserta. Ilmu yang dipelajari diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai bakti kepada orang tua semakin tertanam kuat, sehingga setiap langkah kehidupan senantiasa berada dalam ridha Allah SWT melalui ridha kedua orang tua.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

