PAC Fatayat NU Wuluhan Gelar Turba di Kepel, Perkuat Ukhuwah dan Tradisi Keilmuan

Fatayatnujember.com- Dalam upaya mempererat silaturahmi, memperkuat konsolidasi organisasi, dan meningkatkan kapasitas kader, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wuluhan kembali melaksanakan kegiatan Turun ke Bawah (Turba) yang dikemas dalam agenda Anjangsana Rutin dan Pengkajian Kitab Risalatul Mahid. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Sahabat Sulistyaningsih, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Kepel, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban ini dihadiri oleh 25 kader Fatayat NU dari berbagai ranting di wilayah Wuluhan. Turut hadir Pembina PAC Fatayat NU Wuluhan, Sahabat Anisatul Mukhoyaroh, bersama jajaran pengurus harian PAC Fatayat NU Wuluhan, di antaranya Sahabat Usfiyatul Jannah, Nuning Hudlriyatin, Mashithoh, dan Sahabat Muzayinah.

Rangkaian acara dimulai pukul 14.00 WIB dengan dipandu oleh Sahabat Hudaibiyah selaku pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembacaan Suratul Fatihah, tawassul, Asmaul Husna, dan istighasah yang dipimpin oleh Sahabat Isnatul Sa’diyah.

Suasana semakin semarak saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Shalawat Nahdliyah, Ya Lal Wathon, Mars Fatayat, dan Hymne Fatayat yang dipimpin oleh Sahabat Iffah. Semangat nasionalisme, keislaman, dan kecintaan terhadap organisasi tampak begitu kuat dalam kebersamaan para kader yang hadir.

Sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan keuangan oleh Sahabat Happy serta pembacaan notulen hasil rapat sebelumnya oleh Sahabat Sulistyaningsih.

Pada sesi sosialisasi organisasi, Sahabat Usfiyatul Jannah memperkenalkan jajaran pengurus PAC yang hadir sekaligus menyampaikan sejumlah agenda kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Juni 2026. Di antaranya kegiatan Semaan Al-Hikmah yang akan diselenggarakan di Masjid Al-Qomar, Ranting Purwojati pada Rabu (3/6/2026), serta Senam Fatayat yang akan digelar di Desa Glundengan pada Ahad (7/6/2026).

Tidak hanya fokus pada penguatan keagamaan dan organisasi, PAC Fatayat NU Wuluhan juga terus mengampanyekan gerakan peduli lingkungan kepada seluruh kader. Dalam kesempatan tersebut, Sahabat Usfiyatul mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif dalam dua program ramah lingkungan yang sedang digalakkan, yakni Gerakan TUBI (Tumbler Botol Kecil Penyelamat Bumi) dan Aksi BERES (Berangkat dan Pulang Bersih).

Gerakan TUBI mengajak kader untuk membiasakan membawa botol minum pribadi guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sementara Aksi BERES menjadi komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lokasi kegiatan sebelum maupun sesudah acara berlangsung.

“Kader Fatayat NU tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekitarnya. Kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah SWT sebagai khalifah di bumi,” ujar Sahabat Usfiyatul dalam sosialisasinya.

Puncak kegiatan diisi dengan kajian Kitab Risalatul Mahid yang disampaikan oleh Bu Nyai Quni Masruhati. Kajian fikih perempuan tersebut menjadi ruang belajar yang penting bagi kader Fatayat NU untuk memperdalam pemahaman keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Bu Nyai Quni mengulas bab tentang hal-hal yang menyebabkan gugurnya kewajiban salat. Beliau menjelaskan enam kondisi yang menggugurkan kewajiban salat, yaitu haid, nifas, epilepsi (ayan), gangguan akal (gila), belum baligh, dan kufur. Materi disampaikan secara sistematis dan interaktif sehingga mendapat perhatian besar dari para peserta yang hadir.

“Kajian fikih perempuan seperti ini menjadi bekal penting bagi kader Fatayat NU agar mampu menjalankan ibadah dengan benar serta dapat menjadi rujukan keilmuan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tutur Bu Nyai Quni dalam penyampaian materinya.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan pembacaan doa Kafaratul Majelis bersama-sama. Suasana keakraban semakin terasa dalam sesi ramah tamah yang berlangsung setelahnya. Para kader memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mempererat tali persaudaraan antaranggota Fatayat NU.

Melalui kegiatan Turba dan anjangsana rutin ini, PAC Fatayat NU Wuluhan berharap semangat ukhuwah, tradisi keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat terus tumbuh di kalangan kader. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat ranting agar Fatayat NU semakin berdaya, berdampak, dan hadir memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *