Semaan Al-Qur’an Al-Hikmah Fatayat–Muslimat NU Wuluhan, Menjemput Berkah Al-Qur’an di Ponpes Al Muthohhirin Kesilir
Fatayatnujember.com- Semaan Al-Qur’an Al-Hikmah yang diselenggarakan oleh Fatayat NU dan Muslimat NU Anak Cabang Wuluhan berlangsung dengan penuh kekhusyukan di Pondok Pesantren Al Muthohhirin Kesilir, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi majelis penuh keberkahan yang tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkokoh kecintaan jamaah kepada Al-Qur’an.
Sejak usai salat Subuh, para jamaah mulai berdatangan dari berbagai ranting di wilayah Kecamatan Wuluhan. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti semaan dengan menyimak bacaan Al-Qur’an yang dilantunkan para hafidzah. Suasana yang tenang dan khidmat menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, menghadirkan ketenteraman hati bagi setiap peserta yang hadir.
Pembacaan Al-Qur’an berlangsung secara berkesinambungan hingga mencapai juz ke-26. Setelah itu, seluruh peserta beristirahat sejenak untuk melaksanakan salat Zuhur, kemudian melanjutkan semaan hingga Al-Qur’an berhasil dikhatamkan. Rangkaian tersebut ditutup dengan pembacaan tahlil bersama dan dilanjutkan salat Asar berjamaah.
Memasuki sesi seremonial yang dipandu oleh Hj. Suhartatik, acara diawali dengan sambutan dari Hj. Sriwinarni selaku Wakil Ketua Muslimat NU Anak Cabang Wuluhan. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas semakin bertambahnya jumlah peserta Semaan Al-Qur’an Al-Hikmah.
“Alhamdulillah, peserta semaan terus bertambah. Karena ini merupakan kloter terakhir, monggo bagi yang memiliki putra-putri hafidzah agar diikutsertakan dalam kegiatan semaan berikutnya,” tuturnya.
Selain menyampaikan apresiasi, beliau juga menginformasikan berbagai agenda rutin Muslimat NU Anak Cabang Wuluhan, di antaranya Forum Komunikasi (FK), pengajian triwulanan, senam bersama, serta sejumlah kegiatan bulanan lainnya. Di akhir sambutannya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu.
“Semoga niat ikhlas kita dalam mencari ilmu menjadi jalan kemudahan menuju surga, dan semoga Allah SWT membalas setiap langkah kita dengan pahala yang berlipat ganda.”
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan MWC NU Wuluhan, Agus Muqid. Beliau berharap seluruh rangkaian kegiatan Muktamar dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Menurutnya, setiap orang yang hadir untuk membaca maupun menyimak Al-Qur’an akan memperoleh limpahan keberkahan dari Allah SWT.
Beliau menjelaskan bahwa keberkahan lahir dari empat hal, yakni iman yang kuat, tawakal kepada Allah SWT, istiqamah menghadiri majelis ilmu, serta kesabaran dalam menjalankan kebaikan.
Tausiyah kemudian disampaikan oleh Gus Badrus dari Pondok Pesantren Al Muthohhirin. Beliau mengawali dengan menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jamaah serta memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun fasilitas selama kegiatan berlangsung.
Dalam tausiyahnya, Gus Badrus menjelaskan bahwa setiap bentuk pelayanan terhadap Al-Qur’an akan mendatangkan keberkahan. Beliau mengingatkan bahwa Malaikat Jibril menjadi malaikat paling mulia karena membawa wahyu Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW menjadi nabi paling mulia karena menerima Al-Qur’an, malam yang paling mulia adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, dan bulan yang paling mulia adalah Ramadan karena menjadi bulan turunnya Al-Qur’an.
Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, beliau menyampaikan pesan:
“Sepiro gedimu olehe ngopeni Al-Qur’an, yo iku sepiro gedine olehe diuripi Pangeran.”
Artinya, sebesar apa perhatian seseorang terhadap Al-Qur’an, sebesar itulah Allah SWT akan mencukupi dan menghidupi kehidupannya.
Beliau juga menyampaikan sebuah hikmah:
“Sopo ae seng disibukno Al-Qur’an, tak wei sing luwih apik timbang wong seng jalok.”
Pesan tersebut mengandung makna bahwa siapa saja yang disibukkan dengan Al-Qur’an, Allah SWT akan memberikan kepadanya sesuatu yang lebih baik daripada orang yang hanya meminta. Melalui tausiyah itu, seluruh jamaah diajak untuk semakin mencintai Al-Qur’an, istiqamah menghadiri Semaan Al-Qur’an Al-Hikmah, serta berharap memperoleh syafaat Al-Qur’an di dunia maupun di akhirat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Gus Badrus. Usai acara, semangat kebersamaan masih terus terasa melalui pelaksanaan Aksi BERES (Berangkat dan Pulang Bersih). Panitia bersama sejumlah peserta bergotong royong membersihkan lokasi kegiatan sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengamalkan nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari budaya organisasi Fatayat NU.
Semaan Al-Qur’an Al-Hikmah bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang spiritual untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an, dan memperkuat komitmen warga Nahdliyin dalam menjaga tradisi keilmuan Islam. Melalui majelis seperti ini, Fatayat NU dan Muslimat NU Wuluhan terus berikhtiar menghadirkan gerakan yang menyejukkan, menguatkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada seluruh jamaah untuk terus istiqamah membaca, menyimak, mengamalkan, dan menjaga kemuliaan Al-Qur’an hingga akhir hayat. Aamiin.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

