Refleksi Hari Buruh, UNEJ Bahas Ancaman TPPO Berkedok Magang di Kalangan Mahasiswa

Fatayatnujember.com- Momentum Hari Buruh Internasional, Jumat, 1 Mei 2026, diperingati melalui diskusi publik bertajuk “Penipuan Online Berkedok Magang: Refleksi dan Penyadaran Orang Muda atas Ancaman di Kampus” yang digelar oleh Migrant CARE di Taman Kebangsaan Fakultas Hukum Universitas Jember.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, mahasiswa UNEJ, serta kelompok Desbumi dari sepuluh desa. Dipandu oleh moderator Syifa Aura Ramadhani Salsabila, diskusi berlangsung hangat dan penuh refleksi mengenai ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang yang kini semakin dekat dengan kehidupan orang muda, khususnya melalui modus magang.

Dalam pemaparannya, Bambang Teguh Karyanto dari Migrant CARE menegaskan bahwa bekerja merupakan hak asasi manusia. Namun, hal tersebut harus diiringi dengan literasi yang memadai agar proses migrasi berlangsung aman dan tidak berujung pada eksploitasi.

Sementara itu, Dina Tsalist Wildana, dosen UNEJ, menekankan pentingnya pengawasan dari pihak kampus terhadap kegiatan magang mahasiswa. Menurutnya, pengawasan yang baik dapat membantu memantau perkembangan mahasiswa sekaligus meminimalisir risiko yang mungkin terjadi di lapangan.

Diskusi semakin hidup ketika salah satu narasumber, Lisa, membagikan pengalaman terkait kasus siswa SMA yang mengikuti program magang di luar negeri dan saat ini masih dalam penanganan PPT Desbumi Ambulu. Kisah tersebut menjadi pengingat nyata bahwa ancaman TPPO bukan sekadar isu, tetapi telah terjadi di sekitar kita.

Sejumlah peserta, seperti Lia dan Saras, turut aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan, khususnya terkait cara mengenali program magang yang aman dan tidak berpotensi merugikan.

Selain itu, Friska mengingatkan bahwa praktik TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan modus penipuan (scamming) berkedok magang kini semakin canggih. Generasi muda menjadi sasaran empuk karena maraknya penggunaan media digital yang sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk lebih waspada terhadap berbagai tawaran magang yang belum jelas legalitas dan keamanannya. Edukasi, penguatan literasi digital, serta pendampingan menjadi hal penting yang perlu terus diupayakan agar orang muda tidak mudah terjebak dalam praktik eksploitasi berkedok kesempatan kerja.

Dalam konteks ini, Fatayat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi perempuan muda Nahdliyin memiliki peran strategis dalam melakukan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda, khususnya perempuan, agar lebih kritis dalam menyikapi peluang kerja dan magang. Penguatan literasi, baik keagamaan maupun sosial, menjadi bagian penting dalam membentengi diri dari berbagai bentuk eksploitasi.

Diskusi ini sekaligus menjadi refleksi bahwa perlindungan terhadap generasi muda, khususnya di lingkungan kampus, memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta komunitas. Dengan demikian, ruang-ruang belajar tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang aman bagi tumbuhnya kesadaran kritis dan kepedulian sosial.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *