Fatayat NU Tampilkan Kiprah Perempuan Pengabdi di Apel Hari Santri Nasional 2025
Fatayatnujember.com. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ajung, Jember, kembali menunjukkan kiprah perempuan NU melalui penampilan paduan suara dalam Apel Akbar HSN yang digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025 di Lapangan Pancakarya.
Fatayat NU Ajung dipercaya menjadi tim paduan suara utama dalam acara yang akan dihadiri ribuan peserta dari kalangan santri, pelajar madrasah, serta seluruh badan otonom NU setempat. Kepercayaan ini bukan hanya soal musikalitas, melainkan juga soal konsistensi pengabdian.
Di balik harmoni lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan yang akan dilantunkan, tersimpan kisah inspiratif tentang para anggota paduan suara yang seluruhnya adalah perempuan, mayoritas ibu rumah tangga dan pekerja. Mereka datang dari berbagai desa dan ranting NU di Ajung—mulai dari Pancakarya hingga Sukamakmur—untuk berlatih secara sukarela di tengah kesibukan mengurus rumah dan karier.
“Kami ingin berkhidmat dengan cara kami, salah satunya melalui suara,” ungkap Dian Lestari, salah satu koordinator tim, yang bersama Yeni Mar’atus Sholihah mengoordinasi latihan dan delegasi dari berbagai ranting.
Dedikasi ini mencerminkan semangat khidmah, pengabdian tulus tanpa pamrih, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Nahdlatul Ulama. Dengan suara, mereka tidak hanya memeriahkan apel, tetapi juga menyuarakan semangat jihad kebangsaan, pemberdayaan perempuan, dan kemandirian santri.
Apa yang dilakukan Fatayat NU Ajung merupakan potret kecil dari kontribusi besar perempuan dalam pergerakan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Indonesia. Di tengah kompleksitas peran domestik dan publik, mereka tetap menjadi garda depan dalam menjaga nilai, tradisi, dan semangat perjuangan Nahdlatul Ulama.
Hari Santri Nasional 2025 bukan hanya menjadi panggung santri, tetapi juga momentum menegaskan peran sentral perempuan dalam menguatkan pilar-pilar keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan di Indonesia.
Penulis : Umi Fifiniyah
Editor : Nasilah

