Gebyar Hari Santri Nasional ke-80, MWCNU Ajung Tunjukkan Spirit Kebangsaan

Fatayatnujember.com. Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-80, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ajung, Kabupaten Jember, menggelar serangkaian acara bertajuk Gebyar Hari Santri Nasional 2025. Perhelatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi santri dalam perjuangan kemerdekaan, namun juga menjadi refleksi penting atas peran strategis generasi muda dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Kegiatan ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan peringatan HSN oleh MWCNU Ajung sejak 2022, dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, lembaga pendidikan, serta organisasi keagamaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini diinisiasi oleh tiga tokoh NU Ajung yakni H.M. Niamullah, S.Ag (Ketua Ranting NU Klompangan 2), Mahfud Zuhdi, S.Ag (Ketua LAZISNU Ajung), dan PAC Fatayat NU Ajung, serta mendapat dukungan penuh dari MWCNU, seluruh Ranting NU, Banom, dan lembaga-lembaga NU lainnya di Kecamatan Ajung.

Gebyar Hari Santri Nasional 2025 dimulai sejak 15 September dengan kegiatan sholawat bersama dan dilanjutkan Kick Off HSN dan Harlah NU ke-103 pada 22 September 2025, yang dihadiri ratusan kader NU dari berbagai wilayah dan dipusatkan di halaman Kantor PCNU Jember.

Puncak spiritualitas acara digelar pada 21 Oktober 2025 melalui “Munajat Santri untuk Negeri” dan ziarah ke makam para muassis NU di wilayah Ajung. Momentum ini menjadi pengingat peran sentral santri dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 17–19 Oktober 2025, LP Ma’arif NU Ajung dan KKMI menyelenggarakan Pekan Madaris 4, yaitu jambore madrasah ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Ajung yang diikuti oleh 60 peserta dari 15 lembaga di 7 desa. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi kreativitas dan sportivitas santri usia dini.

Lomba Pra-Porseni digelar pada 18 Oktober 2025 di MI Ma’arif NU 1 Sumuran, Klompangan. Peserta mengikuti berbagai cabang olahraga seperti tolak peluru, catur, dan lari, serta lomba seni Islami seperti menyanyi Islami, tahfidzul Qur’an, MTQ, kaligrafi, melukis, pidato bahasa Indonesia, Arab, Inggris, dan puisi.

Puncak acara nasional peringatan Hari Santri 22 Oktober dilaksanakan dengan Apel Hari Santri Nasional di Alun-alun Jember yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait. Apel ini diikuti seluruh jajaran MWCNU Ajung, Ranting, Banom, dan lembaga-lembaga NU lainnya.

Sebagai penutup rangkaian, pada Sabtu, 25 Oktober 2025, diselenggarakan Apel dan Kirab Santri yang melibatkan ratusan peserta dari lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, TPQ, dan organisasi ke-NU-an se-Kecamatan Ajung. Acara ini dihadiri oleh unsur Muspika, kepala desa, KKMI, perwakilan BUMN, dan tokoh masyarakat.

Momentum Hari Santri tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, namun juga menjadi medium edukasi publik, khususnya bagi generasi muda. “Kegiatan ini adalah bentuk sinergi nyata antara elemen masyarakat untuk memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keislaman yang moderat,” ungkap salah satu penggagas acara.

Sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo, peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober telah menjadi refleksi nasional atas kontribusi besar kalangan pesantren dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa.

Penulis: Sofi Ratih Kumala
Editor: Nasilah

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *