Fatayat NU Jember Tegaskan Komitmen Bersama Hentikan Sunat Perempuan
Fatayatnujember.com- Jember, 29 Oktober 2025. Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Jember yang diwakili oleh Sahabat Nurul Hidayah, bersama Lembaga Konsultasi dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LKP3A) yang diwakili Sahabat Yurike Inna, menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender, dengan fokus utama pada isu Sunat Perempuan atau Praktik Pemotongan dan/atau Perlukaan Genitalia Perempuan (P2GP).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tanoker Ledokombo bekerja sama dengan Puan Amal Hayati, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA RI), serta didukung oleh UNFPA. Bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Jember, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari unsur pemerintahan, tokoh agama, organisasi perempuan, hingga komunitas masyarakat.
Beberapa tokoh yang hadir antara lain Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jember, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jember, perwakilan penyuluh agama, serta organisasi perempuan seperti Fatayat NU, Muslimat NU, Aisyiyah, dan Tanoker.
Acara ini juga menjadi momentum penting dengan adanya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama Kabupaten Jember, Tanoker Ledokombo, dan Puan Amal Hayati sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan kekerasan berbasis gender, khususnya praktik sunat perempuan.
Dalam sesi diskusi, para narasumber seperti Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag. (Ketua MUI Jember) dan Siti Romlah, SST.S.Psi., M.M., M.Keb. (Ketua IBI Jember) menekankan pentingnya argumen agama dan kesehatan dalam menghapus praktik P2GP. Keduanya sepakat bahwa sunat perempuan tidak memiliki dasar medis maupun ajaran agama, dan justru berisiko menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan fisik, psikologis, dan sosial perempuan.
Melalui dialog yang hangat dan inklusif, para peserta sepakat untuk membangun Gerakan Bersama Menghentikan Sunat Perempuan di Kabupaten Jember. Komitmen ini diwujudkan dengan langkah konkret seperti memperkuat edukasi masyarakat, mendampingi perempuan dan anak, serta menyusun strategi kampanye “Stop Sunat Perempuan” di berbagai tingkatan mulai dari desa hingga kabupaten.
Partisipasi aktif PC Fatayat NU Jember dalam kegiatan ini menunjukkan peran nyata organisasi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, melindungi anak dari kekerasan, dan membangun masyarakat yang lebih adil serta berkeadaban.
“Fatayat NU Jember akan terus mendukung setiap langkah kolaboratif untuk menghentikan praktik kekerasan berbasis gender, terutama terhadap perempuan dan anak. Ini bagian dari komitmen kami terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Sahabat Nurul Hidayah, Ketua PC Fatayat NU Jember di sela kegiatan.
Kegiatan ini diakhiri dengan penegasan kembali semangat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kabupaten Jember yang ramah perempuan dan anak, bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk praktik sunat perempuan.
Kontributor: Yurike Inna
Editor: Nailul Maghfiroh

