Ilmu Fardhu Kifayah “Merawat Jenazah” Jadi Sorotan dalam Pengajian Sabtu Kliwon Fatayat NU Jelbuk
Fatayatnujember.com- Ilmu fardhu kifayah, khususnya terkait tata cara merawat jenazah, menjadi fokus utama dalam Pengajian Sabtu Kliwon Fatayat NU Jelbuk yang digelar pada Sabtu, 29 November 2025, pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di kediaman Siti Qomariyah, Desa Sucopangepok wilayah yang dikenal sebagai “desa atas awan”. Suasana sejuk khas dataran tinggi menambah kekhusyukan para peserta yang hadir dari berbagai desa di Kecamatan Jelbuk.
Pengajian dihadiri oleh anggota Fatayat NU tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) serta para kader dari berbagai ranting. Antusiasme peserta tampak tinggi, apalagi tema kajian kali ini membahas salah satu aspek penting dalam ajaran Islam yang kerap belum dipahami secara mendalam, yakni tata cara merawat jenazah sesuai syariat.
Hamimah, selaku narasumber, menegaskan bahwa ilmu fardhu kifayah terkait perawatan jenazah merupakan pengetahuan yang harus terus dilestarikan, terutama di kalangan perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam proses perawatan jenazah, terutama ketika jenazah yang dirawat adalah perempuan. “Kita tidak tahu kapan ilmu ini dibutuhkan. Karena itu, setiap muslimah sebaiknya memahami dasar-dasar merawat jenazah sesuai tuntunan agama,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Hamimah menjelaskan tahapan merawat jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menshalatkan hingga menguburkan. Ia juga menekankan pentingnya adab dan etika selama proses berlangsung, termasuk menjaga kehormatan jenazah serta memastikan setiap tahap dilakukan dengan lembut dan penuh penghormatan. Para peserta aktif bertanya, menunjukkan tingginya minat terhadap praktik fardhu kifayah ini.
Selain menjadi sarana menimba ilmu, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi antaranggota Fatayat dari berbagai desa. Suasana hangat terasa sejak awal acara, ditambah dengan suguhan sederhana dari tuan rumah. Siti Qomariyah menyampaikan rasa syukur karena rumahnya dapat menjadi tempat menuntut ilmu sekaligus memperkuat ukhuwah.
Pengajian Sabtu Kliwon ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kader Fatayat NU dalam menjalankan peran sosial keagamaan di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang baik tentang perawatan jenazah, para anggota diharapkan dapat memberi manfaat nyata ketika ilmu tersebut diperlukan.
Acara ditutup dengan doa bersama, dan para peserta pulang membawa tambahan ilmu yang bernilai ibadah. Fatayat NU Jelbuk berkomitmen terus menghadirkan kajian-kajian yang relevan untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Kontributor: Rohmah Nurul Faiqoh
Editor: Nasilah

