Harmoni Dakwah dan Seni: Fatayat NU Tempurejo Gelar Rutinan Sholawat dan Hadroh

Fatayatnujember.com- Tempurejo, Semangat dakwah dan seni budaya kembali berpadu dalam kegiatan rutinan sholawat dan hadroh yang digelar Fatayat NU Tempurejo. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam, 7 Desember 2025, ini diselenggarakan di kediaman Ketua Fatayat NU Tempurejo, Ibu Siti Maimunah, dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Rutinan yang diadakan setiap dua pekan sekali ini menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat ukhuwah, khususnya di kalangan ibu-ibu Fatayat. Selain sebagai sarana syiar, kegiatan ini juga menjadi ruang ekspresi seni islami melalui penampilan hadroh.

Khairunnisa, Hadroh Kebanggaan Desa Tempurejo

Pada kesempatan tersebut, perhatian hadirin tertuju pada penampilan memukau grup hadroh Khairunnisa. Beranggotakan 13 ibu-ibu Fatayat, grup ini dikenal tidak hanya karena kekompakannya, tetapi juga karena kemampuannya menyajikan lantunan sholawat dengan penuh penghayatan.

Nama “Khairunnisa,” yang bermakna sebaik-baiknya wanita, menjadi cerminan semangat para anggota dalam berdakwah melalui seni rebana dan sholawat. Penampilan mereka mampu menghadirkan suasana religi dan ketenangan bagi semua yang hadir.

Sistem Anjangsana, Pererat Silaturahmi

Kegiatan rutin ini dilaksanakan dengan sistem anjangsana bergilir. Setiap setengah bulan, kegiatan berpindah dari satu rumah anggota Fatayat ke rumah anggota lainnya. Pola ini tidak hanya memastikan seluruh anggota aktif terlibat, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong dan silaturahmi antaranggota.

Pesan Ketua Fatayat Tempurejo

Selaku tuan rumah, Ibu Siti Maimunah menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya terhadap keberlangsungan kegiatan ini.

“Rutinan ini adalah jantung spiritual kami. Melalui Khairunnisa, kami ingin menunjukkan bahwa ibu-ibu Fatayat dapat berdakwah dengan cara yang indah—melalui seni dan sholawat. Ini bukan sekadar musik, tetapi bentuk cinta kami kepada Rasulullah dan upaya menyebarkan pesan kedamaian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa model dakwah kultural seperti ini sangat diterima oleh masyarakat, termasuk generasi muda.

Doa Bersama dan Agenda Berikutnya

Kegiatan ditutup dengan doa bersama memohon keselamatan dan kemakmuran bagi warga Tempurejo. Rutinan sholawat dan hadroh yang telah menjadi ikon desa ini terus dilanjutkan dengan agenda berikutnya yang telah dijadwalkan di rumah anggota lainnya.

Kehadiran grup Khairunnisa beserta kegiatan rutin ini menjadi simbol harmonisasi antara dakwah dan seni budaya, sekaligus memperkuat peran Fatayat NU Tempurejo sebagai penggerak spiritualitas dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Kontributor: Desi Nur Ratnasari
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *