Perempuan Hebat Tak Lahir Instan: Fatayat NU Tempurejo Dalami Makna Sehat, Tangguh, dan Berakar Kuat
Fatayatnujember.com- Tempurejo – Semangat belajar dan berkhidmah tampak begitu kuat dalam kajian inspiratif yang digelar Fatayat Nahdlatul Ulama Ranting Tempurejo pada Jumat malam (12/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan ranting ini menghadirkan narasumber inspiratif, Hj. Laili Nur Farida, M.Pd., M.Ag, dengan tema “Perempuan Hebat, Sehat, dan Berakar Kuat.”
Kajian tersebut diikuti dengan antusias oleh anggota Fatayat NU Ranting Tempurejo serta kader muda dari ranting sekitar. Sejak awal acara, suasana tampak hidup dan penuh semangat, menandakan besarnya kebutuhan kader perempuan NU terhadap penguatan spiritual, intelektual, dan mental di tengah tantangan zaman.
Dalam penyampaian materinya, Hajah Laili menekankan bahwa perempuan hebat tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang berakar pada nilai keislaman, kesehatan jiwa-raga, serta kemampuan menyeimbangkan peran domestik dan sosial.
“Perempuan hebat hari ini bukan hanya yang aktif di ruang publik, tetapi juga yang mampu menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Tanpa tubuh yang sehat dan jiwa yang tenang, peran sebesar apa pun tidak akan maksimal,” tutur Hj. Laili di hadapan peserta.
Ia juga menegaskan pentingnya Fatayat NU sebagai ruang kaderisasi perempuan muda yang berakar kuat pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, perempuan NU memiliki peran strategis sebagai pendidik generasi, penggerak sosial, dan penjaga nilai-nilai keislaman di masyarakat.
Materi kajian turut membahas manajemen waktu islami, menjaga keharmonisan rumah tangga, hingga tantangan mendidik anak di era digital. Seluruh pembahasan disampaikan secara komunikatif dan kontekstual, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan realitas kader Fatayat.
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian paling dinanti. Beragam pertanyaan diajukan peserta, mulai dari persoalan fikih keseharian, pola asuh anak, hingga peran konkret Fatayat NU dalam menjawab problem sosial di tingkat ranting. Seluruh pertanyaan dijawab dengan lugas dan berbasis dalil, namun tetap membumi.
Ketua Fatayat NU Ranting Tempurejo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kajian ini menjadi penguat semangat kader dalam berkhidmah.
“Kajian ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi penguat arah gerak kami. Pesan tentang perempuan yang sehat, hebat, dan berakar kuat akan menjadi bekal Fatayat Tempurejo dalam menjalankan peran keummatan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar nilai-nilai yang disampaikan dapat terus dihidupkan dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Kajian ini sekaligus menegaskan komitmen Fatayat NU Tempurejo dalam mencetak perempuan muda yang berdaya, berilmu, dan berakar kuat pada nilai-nilai Islam dan ke-NU-an.
Kontributor: Deshi Nur Ratna Sari
Editor: Nailul Maghfiroh

