Halaqoh Nawaning Nusantara Jember Perkuat Edukasi Tarbiyah Jinsiyah di Pesantren

Fatayatnujember.com- Nawaning Nusantara Kabupaten Jember menggelar kegiatan Halaqoh Nawaning Nusantara pada Minggu, 14 Desember 2025. Acara ini berlangsung di Pondok Pesantren Darut Tolabah, Gumuk Mas, Jember, dan dihadiri oleh puluhan anggota Nawaning dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.

Kegiatan halaqoh ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturrahim sekaligus sebagai ruang edukasi, khususnya dalam penguatan pemahaman tarbiyah jinsiyah. Acara berlangsung dengan lancar sejak selepas salat Zuhur hingga pukul 16.00 WIB.

Halaqoh menghadirkan narasumber utama Koordinator 1 Nasional Nawaning Nusantara, Ning Hj. Nuvisa Rizqid Dini El Ulya, serta Nyai Hj. Jafaroh Wafi yang hadir mewakili Bu Nyai Nusantara Jember. Turut hadir sebagai peserta halaqoh jajaran pengurus PC Fatayat NU Jember, di antaranya Sahabat Shofiya Hilmah, Sahabat Rifqi Qonita Hulwana, Sahabat Nurista, dan Sahabat Arina Qisthi Adila.

Dalam pemaparannya, Ning Hj. Nuvisa Rizqid Dini El Ulya, menegaskan pentingnya pelaksanaan tarbiyah jinsiyah di lingkungan pesantren, terutama dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Tarbiyah jinsiyah dipahami sebagai pendidikan berbasis pencegahan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual.

“Tarbiyah jinsiyah adalah ikhtiar menjaga kemuliaan diri santri. Ini bukan sekadar bicara soal tubuh, tetapi tentang kesadaran hak, batasan, dan nilai iffah serta haya’ agar santri mampu melindungi dirinya dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan,” tegasnya.

Sementara itu, Nyai Hj. Jafaroh Wafi menyampaikan bahwa pendidikan ini harus disampaikan dengan pendekatan yang bijak dan berlandaskan nilai keislaman. “Pesantren memiliki modal besar berupa keteladanan. Melalui tarbiyah jinsiyah yang tepat, santri perempuan diajarkan mengenal kodratnya sekaligus memiliki keberanian menjaga kehormatan diri,” ungkapnya.

Narasumber menyampaikan bahwa situasi saat ini tergolong genting, ditandai dengan maraknya paparan pornografi sejak usia dini, pergaulan tanpa batas, serta minimnya pendidikan seksual yang memadai di lingkungan keluarga maupun sekolah. Oleh karena itu, dzurriyah pesantren diharapkan turut berperan aktif dalam mengedukasi dan memberi solusi bagi perempuan agar mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual.

Salah satu pengurus PC Fatayat NU Jember, Sahabat Rifqi Qonita Hulwana, menyampaikan bahwa halaqoh ini menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi kader perempuan.

“Halaqoh Nawaning Nusantara ini membuka kesadaran kita bersama bahwa tarbiyah jinsiyah bukan hal tabu, melainkan kebutuhan mendesak. Pesantren dan kader perempuan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai perlindungan diri, martabat, dan keberanian bersuara bagi santri perempuan,” ujarnya.

Tarbiyah jinsiyah yang diteruskan kepada para santri, diharapkan mampu memberi pemahaman kepada santri bahwa mereka memiliki hak untuk menjaga kehormatan diri dari siapa pun. Edukasi yang diberikan meliputi pemahaman tentang kodrat tubuh, komunikasi terbuka, serta pembentukan karakter berbasis nilai iffah dan haya’ melalui keteladanan.

Melalui kegiatan halaqoh ini, Nawaning Nusantara Jember menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkeadilan dan berpihak pada keselamatan serta martabat perempuan. Penguatan tarbiyah jinsiyah di lingkungan pesantren menjadi bagian dari ikhtiar dalam mencetak kader perempuan muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya, sekaligus mampu menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak. Sejalan dengan visi Fatayat NU, kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai gerakan edukatif yang responsif terhadap tantangan zaman dan berakar kuat pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Kontributor: Shofiya Hilmah
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *