Peringatan Hari Ibu dan Penguatan Daiyah Fatayat NU Jember Digelar di Silo

Fatayatnujember.com- Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Jember melalui Forum Dakwah Fatayat (FORDAF) bersama Bidang Sosial, Seni Budaya sukses menyelenggarakan kegiatan Peringatan Hari Ibu dan Penguatan Daiyah Fatayat NU (DIFA) Se-Cabang Jember. Acara yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember 2025 ini bertempat di Gapuro Cafe, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam dakwah sekaligus meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan masyarakat yang semakin kompleks.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Jember, KH. Abdul Muqit Arief sebagai pemateri utama, Ketua MWC NU Silo H. Fauzan, serta Kepala Desa Sidomulyo, Bapak Kamiluddin, S.Kep., Ners. Kehadiran para tokoh ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peran strategis perempuan Fatayat NU sebagai daiyah yang berkontribusi aktif dalam ranah sosial kemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat jejaring dakwah perempuan di seluruh wilayah Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Jember, Sahabat Nurul Hidayah, S.Pd.I., menegaskan bahwa kader Fatayat NU harus mampu menjadi pionir, inspirasi, dan sumber kebaikan di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan peran perempuan dalam membangun peradaban di lingkup keluarga hingga masyarakat luas. Fatayat NU diharapkan terus melahirkan daiyah yang tidak hanya cakap berdakwah, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta akhlak mulia.

“Tugas kita sebagai kader Fatayat NU harus menyiapkan diri untuk menjadi pioner, inspirasi, dan sumber kebaikan yang mampu menjadi daiyah yang menjunjung tinggi cinta terhadap sesama,” ungkapnya.

Sebagai materi inti, KH. Abdul Muqit Arief memberikan pembekalan mengenai lima hal mendasar yang harus dimiliki seorang daiyah. Beliau menekankan pentingnya penguasaan materi agar dakwah memiliki dasar keilmuan yang kuat, serta sifat sabar dalam menghadapi karakter masyarakat yang beragam. Selain itu, keikhlasan menjadi kunci utama agar dakwah membawa keberkahan, sementara materi yang disampaikan harus sudah diamalkan oleh daiyah itu sendiri sebagai bentuk teladan nyata. Beliau juga mengingatkan pentingnya memahami peta dakwah yang meliputi kondisi sosial dan budaya sasaran dakwah.

“da’i atau daiyah seharusnya menguasai materi yang akan disampaikan, sabar, ikhlas dan menyampaikan dengan cara santun”, ujar kiai Muqit.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat menerima materi yang dinilai relevan dengan perkembangan zaman namun tetap teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Suasana semakin hangat dengan adanya sesi sambung puisi oleh perwakilan PAC Fatayat NU se-Cabang Jember yang berisi pesan tentang kasih sayang dan perjuangan seorang ibu. Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Jember berharap para kadernya semakin siap menjadi agen perubahan yang membangun masyarakat religius, harmonis, dan penuh cinta kasih sesuai semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.

Kontributor: Rofiatul Jannah
Editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *