Berkah Ramadhan atau Macet Dadakan? Pembagian 2.300 Takjil di Ambulu Jadi Evaluasi Bersama

Fatayatnujmber.com- Hari pertama puasa Ramadhan 1447 H/2026 M pada Kamis (19/2/2026) diwarnai kemacetan panjang di kawasan lampu merah Ambulu, Kabupaten Jember. Kepadatan lalu lintas terjadi dari simpang lampu merah hingga ke arah timur dan berdampak pada arus kendaraan dari empat penjuru jalan.

Kemacetan dipicu oleh kegiatan pembagian takjil gratis yang digelar oleh usaha minuman Kampung Es. Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan sekitar 2.300 cup minuman serta buah pisang Cavendish kepada masyarakat yang melintas.

Antusiasme warga yang sangat tinggi membuat arus kendaraan melambat hingga akhirnya macet total. Banyak pengendara berhenti untuk mendapatkan takjil, sementara sebagian lainnya terjebak di tengah kepadatan tanpa dapat melanjutkan perjalanan.

Owner Kampung Es, Ayu, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia mengaku tidak menyangka kegiatan berbagi tersebut akan menarik massa dalam jumlah besar.

“Kami mohon maaf atas kemacetan dari empat arah lampu merah. Di luar dugaan, masyarakat sangat antusias. Bahkan banyak yang tidak kebagian takjil, malah kebagian macetnya,” ujarnya.

Ayu menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan dapat dipersiapkan dengan konsep yang lebih matang tanpa mengganggu lalu lintas.

“Semoga tahun depan kami bisa memperbaiki sistem pembagian supaya tetap bisa berbagi tanpa menimbulkan kemacetan,” imbuhnya.

Sejumlah warga memberikan tanggapan beragam. Bibi, salah satu pengguna jalan, menilai bahwa niat berbagi tersebut patut diapresiasi, namun pelaksanaannya perlu pengaturan yang lebih baik.

“Niatnya sudah baik, tapi akhirnya yang lain ikut kejebak macet, padahal ada yang buru-buru kerja. Besok tolong dikondisikan ya, Kak,” tuturnya.

Kemacetan baru terurai setelah pembagian takjil selesai dan petugas setempat membantu mengatur arus kendaraan. Peristiwa ini menjadi pelajaran bersama bahwa kegiatan sosial di ruang publik memerlukan koordinasi matang dengan berbagai pihak, terutama jika berpotensi mengundang kerumunan besar.

Di tengah dinamika tersebut, semangat berbagi di bulan suci Ramadhan tetap mendapat apresiasi dari masyarakat. Ke depan, diharapkan kegiatan sosial serupa dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh pengguna jalan.

Kontributor : Veni Susanti
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *