Fatayat NU Jember Gelar Super Team Camp, Ning Khilma Anis Tekankan Pentingnya Komunikasi dalam Dakwah

Fatayatnujember.com- Fatayat Nahdlatul Ulama Cabang Jember menggelar Opening Ceremony Super Team Camp dalam rangka memperingati Harlah ke-76 Fatayat NU di Gedung PCNU Jember, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia” tersebut dihadiri ratusan kader Fatayat NU dari berbagai Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Jember.

Acara berlangsung khidmat dan semarak sejak awal kegiatan. Lantunan sholawat nariyah mengawali rangkaian acara, dilanjutkan dengan pembacaan Ummul Qur’an serta tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan suasana religius dan penuh kebersamaan.

Semangat nasionalisme turut mewarnai kegiatan saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Fatayat, dan Subhanul Wathon secara bersama-sama. Momentum tersebut menjadi simbol penguatan ukhuwah dan soliditas kader Fatayat NU di Jember.

Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni peringatan hari lahir organisasi, melainkan momentum penguatan kapasitas perempuan muda NU agar semakin berdaya dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, tema “Berdaya, Berdampak, Mendunia” mencerminkan harapan agar kader Fatayat NU tidak hanya berkembang di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mampu berkiprah di tingkat internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ketua panitia, Selli, beserta seluruh panitia yang telah menyusun konsep acara secara menarik dan inspiratif.

Usai opening ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan seminar inspiratif menghadirkan novelis sekaligus tokoh perempuan Nahdliyin, Khilma Anis. Kehadirannya mendapat antusias tinggi dari peserta, terutama generasi muda Fatayat NU.

Dalam pemaparannya, Khilma Anis menekankan pentingnya komunikasi sebagai inti dari dakwah. Ia mengaitkan hal tersebut dengan teori komunikasi Aristoteles yang mencakup etos, patos, dan logos sebagai unsur penting dalam membangun pengaruh dan kedekatan dengan masyarakat.

Selain itu, ia juga mengulas filosofi Jawa seperti toto, titi, titis, tatak, dan totok sebagai pedoman bersikap dan bertindak. Khilma turut mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pentingnya menjadi pribadi yang terus belajar, berbagi, dan aktif bergerak dalam kehidupan sosial maupun organisasi.

Seminar berlangsung interaktif dan hangat. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan tentang komunikasi dan dakwah, tetapi juga motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri dalam berorganisasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Kebersamaan yang terjalin diharapkan menjadi energi baru bagi kader Fatayat NU untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nasilah

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *