Haul ke-53 KH. Muhammad Khotib: Momentum Spiritual dan Silaturahmi di Pondok Salafiyyah Curahkates

Fatayatnujember.com- Pondok Pesantren Salafiyyah Curahkates Desa Klompangan Kecamatan Ajung kembali menggelar Haul ke-53 KH. Muhammad Khotib Abdul Karim beserta para masyayikh, pada Senin malam Selasa hingga Selasa malam Rabu, 3–4 November 2025.  Acara berlangsung khidmat dan semarak, dengan ratusan jamaah memadati area pesantren sejak sore hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror pada Senin malam, kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum pada malam berikutnya.  Dua ulama kharismatik, KH. Badrus Shodiq (Jember) dan KH. Zuhrul Anam Hisyam (Banyumas), hadir memberikan tausiyah penuh hikmah yang mengajak jamaah memperkuat keimanan dan meneladani perjuangan para ulama.

Di sela acara, panitia menayangkan video profil Pondok Pesantren Salafiyyah yang menampilkan sejarah perjuangan KH. Muhammad Khotib Abdul Karim dalam mendirikan pesantren. Tayangan tersebut menggambarkan dengan mendalam perjalanan dakwah, nilai keikhlasan, dan semangat keilmuan yang menjadi dasar berdirinya pondok hingga kini.

Suasana haul kian hangat dengan hadirnya ratusan alumni dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Lumajang, Bojonegoro, Madiun, Cepu, Jogja, Kebumen, Cilacap, Banyumas, hingga Lampung.  Mereka datang dengan armada bus khusus, menandakan betapa kuatnya ikatan batin dan kecintaan kepada KH. Khotib serta Pondok Salafiyyah.

Tak hanya para alumni, masyarakat sekitar pun turut memadati jalan-jalan di sekitar pondok. Kegiatan ini menjadi momen penuh berkah, tak hanya secara spiritual tetapi juga ekonomi. Kehadiran ribuan jamaah membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM setempat yang ramai dikunjungi.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mencari barokah, kami juga bisa menambah penghasilan dari penjualan makanan dan souvenir kepada para jamaah,” ujar salah satu warga dengan penuh syukur.

Rasa solidaritas juga tampak begitu kuat. Banyak warga yang dengan sukarela membantu mengatur parkir kendaraan jamaah tanpa diminta oleh panitia.
“Kami bangga bisa ikut berperan. Meskipun hanya membantu di parkiran, rasanya bahagia karena bisa menjadi bagian dari acara besar ini,” tutur seorang warga lainnya.

Haul KH. Muhammad Khotib Abdul Karim menjadi lebih dari sekadar acara tahunan.
Ia menjadi ajang spiritual yang menyatukan generasi santri dan alumni lintas daerah, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang diwariskan para ulama.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan acara ini. Semoga haul tahun ini membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, dan menginspirasi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan para masyayikh.

Kontributor: Yeni Mar’atus Sholihah
Editor: Yulis Sri Wahyuningsih

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *