Hujan Tak Redam Semangat Fatayat NU Wuluhan dalam Kegiatan Silaturahim Akbar
Fatayatnujember.com- Ahad, 9 November 2025, pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wuluhan kembali menggelar Silaturahim Akbar yang bertempat di Gedung MWC NU Wuluhan. Dengan mengusung tema “Satu Hati, Satu Langkah, Satu Khidmah untuk Umat,” acara ini menjadi momentum mempererat ukhuwah, menyatukan langkah, dan meneguhkan semangat pengabdian kader Fatayat NU dalam berkhidmah kepada umat, bangsa, dan agama.
Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, kegiatan Silaturahim ini dihadiri oleh para sahabat Fatayat dari berbagai ranting di wilayah Wuluhan. Meskipun hujan mengguyur, semangat para peserta tidak surut sedikit pun untuk hadir dan menjalin ukhuwah dalam naungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Acara diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh sahabat Siti Rodiyah dan Anisatul Mukhoyaroh, dilanjutkan dengan pembukaan oleh sahabat Yenny Irma Suryaningtyas. Suasana semakin khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh sahabat Enik Yuningtiyas dan Sholawat Nahdliyah oleh sahabat Halimatus Sa’diyah. Seluruh peserta kemudian berdiri bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Subhanul Wathon, Mars Fatayat, dan Hymne Fatayat, yang dipimpin oleh sahabat Afif Nur Hidayah sebagai dirigen.
Dalam sambutannya, Ketua PAC Fatayat NU Wuluhan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas kehadiran seluruh sahabat Fatayat meski di tengah hujan. Ia meneladani pembina Fatayat, Ibu Siti Latifah, yang selalu mendukung kegiatan organisasi. “Alhamdulillah, meskipun hujan, sahabat-sahabat tiap ranting bisa hadir. Mari kita bersama-sama mengibarkan dan menghidupkan ranting masing-masing agar PAC Fatayat NU Wuluhan semakin berkembang dan dikenal luas,” ujarnya.
Beliau juga menyampaikan kabar gembira bahwa MWC NU Wuluhan telah mendirikan swalayan NU yang kini menyediakan produk unggulan, yakni beras geliwet. Ketua PAC mengajak seluruh kader Fatayat untuk mendukung program tersebut demi kemajuan NU di wilayah Wuluhan.
Sementara itu, pembina PAC Fatayat NU Wuluhan, Ibu Siti Latifah, menegaskan bahwa hujan yang turun adalah tanda keberkahan. “Agar organisasi ini berkembang, kita harus pandai menggali keterampilan yang ada di sekitar kita. Fatayat harus berani, percaya diri, dan aktif di masyarakat. Itulah bentuk syiar agar Fatayat semakin dikenal dan diakui. Fatayat harus menjadi bintang di ranting masing-masing,” pesannya penuh semangat.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh sahabat Kammia Rizqa Amalia, yang menyampaikan pesan penuh makna tentang tiga sosok penting dalam kehidupan, yaitu orang tua kandung, guru, dan mertua. “Kalau kita ingin punya anak yang alim, seringlah bersedekah kepada kiai, ustadz, dan guru kita. Teruslah belajar seperti padi, semakin tua semakin berisi dan semakin merunduk,” tuturnya dalam ceramah yang sarat hikmah.
Acara silaturahim ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh sahabat Siti Rodiyah sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan yang membawa inspirasi dan semangat baru bagi seluruh kader Fatayat NU Wuluhan.
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU Wuluhan tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmah, berkarya, dan menjadi pelopor perempuan Nahdliyyin yang mandiri, berdaya, serta berjiwa sosial tinggi.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

