IGTKM Kecamatan Wuluhan Gelar Pertemuan Rutin di TK Muslimat NU 132 Glundengan, Mantapkan Semangat Kebersamaan dan Profesionalitas

Fatayatnujember.com- Wuluhan, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Ma’arif (IGTKM) Kecamatan Wuluhan kembali menggelar pertemuan rutinnya pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan yang dipusatkan di TK Muslimat NU 132 Glundengan ini dihadiri ratusan guru TK Ma’arif dari berbagai lembaga di bawah naungan LP Ma’arif NU Wuluhan.

Pertemuan bulanan yang dikemas secara anjangsana antar lembaga ini berlangsung penuh kekhidmatan dan nuansa kekeluargaan.

Pembukaan: Doa, Yasin, dan Tahlil

Sebelum acara resmi dimulai, para peserta mengikuti pembacaan Yasin dan tahlil yang dipimpin bunyai setempat. Doa bersama ini menjadi ikhtiar agar seluruh amanah pendidikan yang dijalankan membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi guru maupun peserta didik.

Acara resmi kemudian dibuka oleh Ibu Nurma, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Hanifah. Para peserta juga menyanyikan Lagu Sholawat Nahdliyah, Mars Ma’arif, dan Mars IGTKM yang dipandu oleh Ibu Urfi. Notulen kegiatan dibacakan oleh Ibu Fani Wijaya sebagai bentuk laporan administrasi dan dokumentasi.

Sambutan Pembina: Tiga Nilai Kebersamaan dalam Organisasi

Pembina kegiatan, Bapak Agus Muqit, menyampaikan pesan mendalam mengenai nilai-nilai berorganisasi. Beliau memaparkan tiga prinsip penting yang disebutkan Imam Suyuti dalam membangun keberkahan organisasi:

  1. Ta’aruf

Tidak hanya mengenali kebaikan sesama, tetapi juga memahami kekurangan untuk saling menuntun menuju perbaikan, sebagaimana akhlak Rasulullah SAW dalam menghadapi perlakuan yang kurang baik dari orang lain.

  • Ijtihad atau Mufakat

Keputusan hasil musyawarah yang disepakati mayoritas anggota harus diterima dengan lapang dada dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.

  • Ta’aluf

Ikhlas tanpa merasa dirugikan. Segala bentuk urunan, tenaga, serta waktu hendaknya diniatkan sebagai ibadah agar keberkahan hadir dalam organisasi.

Beliau menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut relevan diterapkan di Fatayat NU, Muslimat NU, IGTKM, bahkan dalam kehidupan keluarga untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.

Sambutannya ditutup dengan pesan inspiratif:

“Ojok sampek jaluk diuripi NU, tapi kudu nguripi NU.”

(Jangan hanya berharap hidup dari NU, tetapi hiduplah untuk menghidupkan NU.)

Sambutan Ketua IGTKM Wuluhan

Ketua IGTKM Kecamatan Wuluhan, Ibu Hj. Nuning Makkiyah, mengajak seluruh guru untuk terus menjaga hubungan baik dengan sesama guru, wali murid, pengurus, dan masyarakat, terlebih menjelang Penerimaan Siswa Baru (PSB).

Beliau juga menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan organisasi serta menyampaikan beberapa informasi penting:

  • Penulisan rapor: 20 Desember 2025
  • Libur semester: 22 Desember 2025
  • Masuk kembali: 5 Januari 2026
  • Halal Bihalal Syawal: 20 Maret 2026 di Balai Desa Rowo Tengah, Sumberbaru

Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya adab bermedia sosial. Guru harus mampu menyikapi isu-isu tentang NU di media, terutama TikTok dengan bijak dan tetap menjaga khittah ke-NU-an.

Pengumuman dan Penutupan

Ibu Irma Nafisa menginformasikan bahwa pertemuan IGTKM selanjutnya akan diadakan pada Rabu, 14 Januari 2026 bertempat di TKM 133 Kesilir-Wuluhan.

Acara ditutup dengan pembacaan Surat Al-‘Ashr dan doa kafaratul majlis. Seluruh kegiatan berlangsung lancar, penuh suasana kekeluargaan, serta menjadi momentum memperkuat profesionalitas dan silaturahmi antar guru TK Ma’arif.

Dengan terselenggaranya pertemuan ini, diharapkan semangat pengabdian dan nilai-nilai ke-NU-an semakin kokoh dalam dunia pendidikan anak usia dini di Kecamatan Wuluhan.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *