Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, Kecamatan Ajung Teguhkan Komitmen Inklusi
Fatayatnujember.com – Pemerintah Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 dengan menggelar kegiatan bertema “Kecamatan Inklusif: Mewujudkan Sinergi Disabilitas yang Setara, Berdaya, Mandiri, dan Sejahtera”. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Ajung, Selasa (16/12/2025).
Peringatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Kecamatan Ajung dalam membangun lingkungan yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Berbagai rangkaian kegiatan diselenggarakan guna mendorong kemandirian, kreativitas, serta pemberdayaan ekonomi kelompok disabilitas.
Sejumlah agenda utama mewarnai peringatan Hari Disabilitas Internasional, di antaranya pendidikan dan pelatihan ketahanan pangan melalui budidaya lele dalam galon serta penanaman sayuran hidroponik. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai sumber penghasilan mandiri. Metode yang diterapkan juga dinilai ramah lingkungan karena memanfaatkan lahan terbatas dan bahan bekas, seperti galon air mineral.
Ketua Panitia, Umi Salma, guru SLB Negeri Patrang Jember sekaligus pendiri Rumah Komunitas Sahabat Umi dan Yayasan Kasih Bunda, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif penyandang disabilitas yang ingin turut merayakan Hari Disabilitas Internasional di tingkat kecamatan. Menurutnya, selama ini peringatan HDI masih banyak terpusat di wilayah perkotaan.
“Kami ingin menebarkan semangat inklusi agar seluruh kecamatan dapat berpartisipasi penuh. Harapannya, masyarakat terlayani secara merata dan penyandang disabilitas memiliki bekal keterampilan hidup untuk mandiri,” ujarnya.
Umi Salma menambahkan, pelatihan ketahanan pangan dipilih karena selaras dengan tema nasional serta mudah diterapkan tanpa membutuhkan lahan luas. Peserta kegiatan tercatat sekitar 55 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi lintas elemen, mulai dari perguruan tinggi seperti UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR), hingga komunitas peduli disabilitas seperti Perpenca dan komunitas lainnya.
Salah satu peserta, Rizal Jailani, warga Desa Gebang yang bekerja sebagai pengemudi ojek daring, mengaku mengikuti kegiatan ini untuk menambah wawasan dan keterampilan baru. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat dipraktikkan di rumah guna menunjang kebutuhan sehari-hari.
“Nanti bisa saya praktikkan di rumah untuk menanam sayur atau budidaya lele,” ungkap Rizal.
Selain pelatihan, panitia juga menyelenggarakan pameran hasil karya penyandang disabilitas dari unit usaha produksi. Berbagai produk kreatif ditampilkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus sarana promosi atas potensi dan kemampuan penyandang disabilitas di Kecamatan Ajung.
Acara semakin semarak dengan penampilan seni serta pemutaran film bertema disabilitas yang mengangkat nilai-nilai kesetaraan, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya inklusivitas dalam kehidupan sosial.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Widarto, S.S., yang hadir secara langsung sebagai bentuk dukungan terhadap program pemberdayaan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Camat Ajung, M. Sifak Benni Kurniawan, menyambut kegiatan tersebut dengan penuh antusias serta menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program inklusivitas. Ia juga menyampaikan rencana fasilitasi pendirian sekolah rintisan bagi anak berkebutuhan khusus yang akan berlokasi di Desa Klompangan.
“Masih banyak penyandang disabilitas yang belum mengenyam pendidikan karena jarak SLB yang cukup jauh. Melalui sekolah rintisan ini, kami berharap akses pendidikan bagi mereka dapat semakin terbuka,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir layanan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember yang memberikan pelayanan khusus bagi peserta disabilitas melalui program Monalisa (Mobil Layanan Kependudukan). Layanan ini bertujuan mempermudah pengurusan administrasi kependudukan melalui sistem jemput bola yang secara rutin dilakukan oleh Dispendukcapil Jember.
Kontributor: Yulis Sri Wahyuningsih
Editor: Nasilah

