Ratusan Pelajar Ramaikan Jusama Competition dan Gebyar Sholawat HSN 2025 di Jember

Fatayatnujember.com- Semangat literasi sains dan religiusme berpadu dalam satu panggung pada Ajang Jusama Competition dan Gebyar Sholawat Hari Santri Nasional (HSN) 2025, yang digelar Minggu (2/11/2025) di kompleks TK Muslimat NU 61 dan MIS Darus Salam Sumberjo, Kecamatan Glundengan, Kabupaten Jember.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Glundengan III ini menarik antusiasme ratusan peserta dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah se-Kabupaten Jember, bahkan dari wilayah tetangga seperti Bondowoso.

Ajang bertajuk Junior Science and Mathematics (Jusama) Competition 2025 tersebut menjadi wadah pengembangan potensi akademik anak sejak dini. Kegiatan dibagi menjadi dua sesi utama: kompetisi matematika dan kompetisi sains, yang masing-masing diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD/MI.

“Kompetisi ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai kejujuran dan sportivitas kepada anak-anak,” ujar salah satu panitia pelaksana.

Setelah melalui tahapan ujian dan penilaian ketat, para peserta terbaik diumumkan dalam upacara penutupan pada sore hari. Suasana penuh antusiasme mewarnai momen pengumuman juara, yang disertai pembagian medali emas, perak, dan perunggu.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada malam harinya dengan Gebyar Sholawat Hari Santri Nasional (HSN) 2025yang digelar di halaman Sekretariat Ranting NU Glundengan III

Acara diawali dengan lantunan sholawat bersama Fatayat NU Ranting Sumberjo. dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, serta sambutan dari Syuriyah Ranting Glundengan III, Kyai Ali Ghufron, yang mengulas sejarah dan nilai perjuangan Hari Santri.

Puncak acara diisi oleh Gema Sholawat Al-Mufid pimpinan Ustadz Ahmad Lutfi yang menghadirkan suasana religius penuh kekhusyukan. Dalam mauidhoh hasanah-nya, K.H. Rifqotun Mustain mengingatkan pentingnya menjadikan Hari Santri sebagai momentum memperkuat akhlakul karimah, gotong royong, dan rasa syukur.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan jamuan sederhana yang menjadi simbol kebersamaan antarwarga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual kepada generasi muda,” ungkap salah satu guru pendamping.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nasilah

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *