Sambut Isro’ Mi’roj, Fatayat NU Wuluhan dan Ranting Glundengan Timur Gelar Diba’ Kubro
Fatayatnujember.com- Dalam suasana penuh kekhusyukan dan keberkahan, Fatayat NU Anak Cabang Wuluhan bersama Fatayat NU Ranting Glundengan Timur menyelenggarakan Diba’ Kubro dalam rangka menyambut Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, bertepatan dengan 1 Rajab 1447 H / 21 Desember 2025 M. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat keimanan, akhlak, serta kepedulian sosial jamaah.
Pra-acara semakin semarak dengan penampilan dari PAUD Suplir 73 Glundengan. Keceriaan anak-anak yang tampil dengan penuh makna menjadi simbol penanaman cinta Rasul sejak usia dini sebagai generasi penerus.
Acara resmi dibuka oleh Sahabat Lia Lindayani, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sahabat Ihta Laela. Kekhidmatan semakin terasa saat seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya, Subhanul Wathon, Mars Fatayat, serta lagu kreasi, sebagai wujud cinta tanah air dan kebanggaan berorganisasi. Sambutan disampaikan oleh Ketua Fatayat NU Ranting Glundengan Timur yang meneguhkan semangat kebersamaan dan istiqomah dalam perjuangan organisasi.
Sambutan utama disampaikan oleh Ketua Fatayat NU Anak Cabang Wuluhan, Sahabat Anisatul Mukhoyaroh. Dalam sambutannya, beliau mengawali dengan doa khusus bulan Rajab dan mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kepedulian terhadap para korban bencana di Semeru dan Sumatra. Ajakan berdonasi disampaikan dengan penuh empati, baik berupa barang maupun dana yang dapat disalurkan melalui BMTNU Wuluhan. Disampaikan pula bahwa pada Sabtu, 20 Desember 2025, PC Fatayat NU Jember bersama Garfa telah meninjau langsung lokasi bencana di Semeru untuk menyalurkan bantuan. Suasana haru menyelimuti jamaah saat beliau menggambarkan kondisi saudara-saudara yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan banjir bandang.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Banjir yang terjadi, termasuk di wilayah Glundengan seperti Tanjungsari, tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga akibat ulah manusia yang membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, digaungkan gerakan “Fatayat Bersih dan Peduli Lingkungan” melalui langkah nyata, seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta membiasakan hidup bersih sebagai ikhtiar mencegah bencana.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula informasi keorganisasian, di antaranya pembelian kalender dan agenda Fordaf yang akan dilaksanakan pada 28 Desember 2025 di Silo. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Diba’ Kubro oleh tim dari masing-masing ranting, dan ditutup dengan doa Diba’ yang dipimpin oleh Sahabat Siti Rodiyah, memohon keberkahan dan rahmat Allah SWT.
Siraman rohani disampaikan oleh Kyai Agus Shomat. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa bulan Rajab sarat dengan ujian dan musibah sebagai bentuk refleksi atas perbuatan manusia. Beliau mengutip pesan Imam Syafi’i tentang pentingnya menjaga lisan dan menutup aib sesama, karena kebaikan seseorang tampak berkat Allah SWT yang menutupi keburukannya. Kyai Agus juga menegaskan pentingnya berakhlak mulia dalam pergaulan dan berorganisasi, serta bekerja sesuai peran masing-masing demi terciptanya keharmonisan bersama.
Puncak tausiyah menekankan keutamaan bulan Rajab sebagai momentum peristiwa agung Isro’ Mi’roj, saat perintah sholat ditetapkan. Sholat ditegaskan sebagai tiang agama dan amal pertama yang akan dihisab. Dalam kondisi apa pun—berdiri, duduk, berbaring, bahkan dengan isyarat—sholat tidak boleh ditinggalkan. Jamaah juga diajak untuk menyempurnakan sholat dengan menunaikan sholat rawatib.
Rangkaian Diba’ Kubro ditutup dengan doa penuh khidmat oleh K.H. Abdul Rojak, menandai berakhirnya kegiatan yang sarat makna dan keberkahan.
Semoga Diba’ Kubro ini menjadi wasilah meraih pahala, mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan, serta menguatkan istiqomah dalam beribadah sebagai ladang ilmu yang penuh barokah dan manfaat. Aamiin.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

