Halalbihalal PCNU Jember: Meneguhkan Khidmah, Merawat Ukhuwah Nahdliyah dalam Spirit Kebersamaan

Fatayatnujember.com- Suasana penuh hangat, khidmat, dan kekeluargaan menyelimuti kegiatan Halal Bi Halal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember yang digelar di Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (PP IBU) Pakusari, Minggu (19/4). Mengusung tema “Meneguhkan Khidmah, Merawat Ukhuwah Nahdliyah, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen khidmah warga Nahdliyin.

Sejak pagi, kawasan pesantren dipadati kehadiran jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan, mulai PR, MWCNU/PAC, PC hingga PW, beserta badan otonom, lembaga NU, para masyayikh, muassis, bu nyai, dan tokoh Nahdliyin dari berbagai wilayah di Jember.

Pra acara berlangsung semarak dipandu sahabat Kholila dari Fatayat NU dan Agus Zainudin dari Ansor. Lantunan lagu-lagu perjuangan NU, penampilan sholawat santriwati PP IBU Pakusari, hingga suguhan gambus dari R.Show menghadirkan nuansa religius sekaligus mempererat kehangatan antarwarga Nahdliyin.

Memasuki acara inti, K.H. Muhyiddin memimpin pembacaan Surat Al-Fatihah dan tawassul, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta Sholawat Badar oleh Ustadz Herman Hidayat yang menambah kekhusyukan suasana.

Semangat kebangsaan turut digaungkan melalui lagu Indonesia Raya dan Subhanul Wathon oleh IPPNU Jember. Momentum ini juga diwarnai kepedulian sosial melalui penyerahan beasiswa berprestasi oleh LAZISNU Jember bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Pengasuh PP IBU Pakusari K.H. Mochammad Hafidi menegaskan pentingnya pesantren sebagai ruang pengkaderan dan penguatan cinta terhadap Nahdlatul Ulama.

“Pesantren ini hadir untuk meneguhkan cinta kepada NU, sekaligus menjadi ruang kaderisasi, termasuk bagi kaum dhuafa, agar lahir kader-kader NU yang kuat lahir dan batin,” ungkapnya.

Ketua PCNU Jember, H. Saiful Bahri, turut membakar semangat hadirin dengan seruan khas Nahdliyin, Siapa kita? NU! yang dijawab serempak oleh peserta, menegaskan soliditas dan kekuatan jam’iyah.

Sementara itu, dalam taujihatnya, KH. Abdul Hakim Mahfudz menekankan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama bertumpu pada keikhlasan para pengkhidmahnya.

“NU itu besar karena dibangun dengan keikhlasan. Jika khidmah dijaga dengan ikhlas, NU akan tetap kokoh dan tidak mudah goyah. Sekali NU, tetap NU,” tegasnya.

Pesan penuh makna juga disampaikan Dr. KH. Afifudin Dimyathi. Ia mengingatkan bahwa berkumpul dalam jam’iyah NU merupakan nikmat besar yang harus dirawat dengan semangat persaudaraan.

“Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi ruang merawat empat hal penting: murobathoh (saling menguatkan), mutaba’ah (mengikuti dengan ikhlas), mujahadah (bersungguh-sungguh), dan muwasholah (menyambung silaturahmi),” dawuh beliau.

Rangkaian kegiatan juga semakin hidup dengan pemutaran mahakarya video PCNU Jember yang merekam jejak perjuangan dan kontribusi organisasi dalam menguatkan umat.

Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol kebersamaan yang terjalin erat di antara keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi penegas bahwa ukhuwah Nahdliyah terus tumbuh dalam semangat khidmah, kebersamaan, dan istiqamah berjuang. Dari momentum ini, semangat merawat jam’iyah dan menguatkan pelayanan kepada umat diharapkan terus terjaga, demi menghadirkan Nahdlatul Ulama yang kokoh, maslahat, dan membawa keberkahan bagi bangsa dan agama.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *