Meneguhkan Adab, Menggapai Berkah Ramadhan Melalui Kajian Kitab Mar’atus Sholihah

Fatayatnujember.com- Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan keilmuan, Ikatan Guru TK Muslimat menggelar kajian kitab Mar’atus Sholihah pada Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMK 01 Diponegoro Wuluhan ini menghadirkan Ustadz Agus sebagai pembimbing kajian.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pengajian rutin tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas spiritual dan profesional para pendidik, khususnya guru taman kanak-kanak di lingkungan Muslimat. “Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperbaiki niat, memperdalam ilmu, serta meneguhkan adab dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Agus membahas bab tentang adab kepada guru, sebuah tema yang dinilai relevan bagi para pendidik yang juga berperan sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Menurutnya, dalam kehidupan terdapat tiga golongan orang tua yang wajib dihormati dan dimuliakan, yakni orang tua kandung yang melahirkan dan membesarkan, mertua setelah berkeluarga, serta guru sebagai pemberi ilmu. “Melalui guru, seseorang mengenal ilmu, memahami ajaran agama, serta mengetahui mana yang benar dan salah. Karena itu, menjaga adab kepada guru adalah kunci keberkahan ilmu,” jelasnya.

Dalam kajian tersebut, disampaikan sejumlah adab murid kepada guru. Pertama, meluruskan niat dalam menuntut ilmu, bukan sekadar mencari kesenangan. Jika tidak merasakan ketenangan saat belajar, murid dianjurkan untuk melakukan introspeksi diri.

Kedua, murid diperbolehkan bertanya apabila belum memahami pelajaran, dengan tetap menjaga sopan santun. Bertanya, menurutnya, merupakan bentuk kesungguhan dalam belajar.

Ketiga, melaksanakan perintah guru dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari ketaatan yang mendatangkan keberkahan. Keempat, bersikap lapang dada ketika mendapat teguran dan tidak membantah.

Selain itu, murid juga diingatkan untuk senantiasa menjaga tutur kata, tidak membicarakan keburukan guru, tidak merendahkan ketika guru melakukan kesalahan, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam proses belajar. Menghormati dan mendoakan guru disebut sebagai bagian dari menjaga kemuliaan ilmu itu sendiri.

Para peserta mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari kajian tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan karakter pendidik di tengah tantangan zaman.

Melalui kajian kitab Mar’atus Sholihah, Ikatan Guru TK Muslimat berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai adab, keteladanan, dan integritas dalam dunia pendidikan. Sebab, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter generasi penerus bangsa.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nasilah

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *