Edukasi Fiqih Wanita: PR Fatayat NU Tegalwaru Bedah Hukum Puasa dan Shalat di Bulan Ramadan
Fatayatnujember.com- Pengurus Ranting (PR) Fatayat NU Tegalwaru kembali menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan keagamaan yang edukatif. Mengambil momentum bulan suci, Fatayat NU menggelar pertemuan Ramadan inspiratif yang berfokus pada pendalaman materi puasa dan problematika umat, Sabtu (07/03/2026).
Acara yang dipusatkan di kediaman pengasuh Pondok Pesantren Nurur Rohman, Tegalwaru, Kecamatan Mayang ini, dihadiri puluhan kader Fatayat dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya diskusi keagamaan.
Menghadirkan Ibu Nyai Sayyidatul Hasanah sebagai narasumber utama, pertemuan ini menjadi ruang konsultasi agama yang dinamis. Salah satu bahasan hangat muncul dari Sahabat Nasika yang menanyakan keringanan puasa bagi ibu hamil dan menyusui.
Menanggapi hal tersebut, Nyai Sayyidatul Hasanah menjelaskan secara rinci mengenai kewajiban qadha (mengganti puasa) dan fidyah.
“Bagi ibu hamil atau menyusui yang khawatir akan kondisi dirinya maupun bayinya sehingga tidak mampu berpuasa, mereka diperbolehkan tidak berpuasa. Kewajibannya adalah mengganti di hari lain, atau ditambah dengan membayar fidyah sesuai dengan ketentuan mazhab yang diikuti jika memang ada kekhawatiran khusus terhadap sang bayi,” jelas beliau.
Selain masalah puasa, diskusi juga menyentuh persoalan qadha ibadah bagi anggota keluarga yang telah wafat. Menjawab pertanyaan Sahabat Mawaddah, Nyai Sayyidatul Hasanah memberikan pencerahan mengenai pentingnya perhatian keluarga terhadap hutang ibadah orang tua atau kerabat yang telah tiada.
“Jika seseorang meninggal dunia dalam keadaan memiliki hutang shalat, maka menurut sebagian pendapat ulama, ahli waris atau keluarga dapat membantu meng-qadha-kan shalat tersebut sebagai bentuk bakti kepada almarhum/almarhumah,” tambahnya.
Pertemuan rutin ini tidak sekadar menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mempererat tali silaturahmi atau ukhuwah nahdliyah antar kader Fatayat di tingkat ranting.
Ketua PR Fatayat NU Tegalwaru berharap, melalui kajian intensif seperti ini, pengetahuan agama para kader semakin meningkat sehingga mereka dapat menjadi rujukan informasi yang benar bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar semangat ibadah di bulan Ramadan tahun ini semakin meningkat dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Tegalwaru.
Kontributor: Eka Fifi Silviah
Editor: Rina Gita

