Menyambut Ramadhan dengan Sunnah: Menata Hati, Menguatkan Iman
Fatayatnujember.com- Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat Allah SWT. Kehadirannya selalu dinanti dengan rindu oleh umat Islam di seluruh dunia. Sebagai bulan yang agung, sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan persiapan terbaik, baik secara lahir maupun batin.
Berikut adalah 6 sunnah dan amalan yang dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan suci:
1. Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban
Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk “pemanasan” fisik dan spiritual menuju Ramadhan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, disebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ lebih banyak berpuasa di bulan Sya’ban dibanding bulan lainnya (HR. Bukhari & Muslim). Puasa sunnah ini melatih fisik sekaligus membiasakan diri sebelum memasuki puasa wajib sebulan penuh.
2. Melangitkan Doa dan Harapan
Para ulama salaf terdahulu mulai berdoa selama berbulan-bulan agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan. Salah satu doa yang masyhur dibaca adalah:
Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan. Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
3. Bertaubat dan Membersihkan Hati
Menyambut Ramadhan dengan taubat nasuha sangat dianjurkan. Membersihkan hati dari iri, dengki, dan permusuhan akan membuat ibadah terasa lebih ringan dan khusyuk. Saling memaafkan dengan sesama manusia juga merupakan bagian penting dari persiapan ruhani yang bersih.
4. Membiasakan Tilawah Al-Qur’an
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Sebelum memasuki bulan suci, mulailah membiasakan diri membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Dengan membiasakannya sejak sekarang, Anda akan lebih siap meningkatkan kualitas dan kuantitas tilawah saat Ramadhan tiba.
5. Melunasi Hutang Puasa (Qadha)
Bagi Anda yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan tahun lalu, hendaknya segera ditunaikan sebelum fajar Ramadhan berikutnya menyingsing. Ini adalah bentuk tanggung jawab ibadah yang harus diprioritaskan sebelum memulai lembaran baru.
6. Menyusun Target Ibadah yang Bermakna
Agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja, buatlah target yang spesifik (SMART). Misalnya:
- Target khatam Al-Qur’an (misal: 1 hari 1 juz).
- Istiqomah shalat tarawih berjamaah.
- Sedekah rutin setiap subuh.
- Menjaga lisan dari ghibah dan memperbanyak zikir.
Menyambut Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bentuk kesungguhan dalam memuliakan apa yang Allah muliakan. Semoga kita semua dipertemukan dengan bulan suci dalam keadaan sehat, penuh iman, dan diberi kekuatan untuk mengisinya dengan amal terbaik.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

