Merawat Tradisi NU, Menguatkan Iman dan Semangat Beribadah melalui Lailatul Ijtima’
Fatayatnujember.com- Lailatul Ijtima’ merupakan tradisi warga Nahdlatul Ulama yang terus dijaga sebagai sarana memperkuat iman, menambah ilmu, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Tradisi ini kembali dilaksanakan oleh Ranting Glundengan 3 pada Selasa malam Rabu, 27 Januari 2026, bertempat di Sekretariat Ranting Glundengan 3 (MIS Darus Salam), Sumberjo.
Meskipun jumlah jamaah yang hadir tidak banyak, semangat beribadah tetap terasa kuat. Kegiatan berlangsung dengan suasana khusyuk, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Acara diawali dengan pembacaan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Muslimin, dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Mahalul Qiyam oleh Ustadz Mawardi. Lantunan sholawat tersebut mengingatkan jamaah akan cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, karena melalui beliaulah Allah SWT menghadirkan rahmat bagi seluruh alam.
Acara inti diisi dengan ngaji bersama K.H. Ali Gufron. “Lailatul Ijtima’ niku tradisi tiang NU, sebuah tradisi yang mengajarkan nilai ketaatan dan kebersamaan. Ridho fit ta’ati berarti ridho Allah SWT diraih melalui ketaatan kepada perintah-Nya,” tutur K.H. Ali Gufron dalam mauidlah hasanahnya.
Mengaji Kitab Irsyadul Muslimin, K.H. Ali Gufron menuturkan kisah teladan Sayyidina Umar bin Khattab yang dikenal memiliki kepedulian sosial tinggi serta rasa tanggung jawab besar terhadap rakyatnya. Kisah tersebut menjadi pengingat pentingnya kepekaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, jamaah diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, di antaranya membiasakan mengucapkan salam, bersikap lemah lembut, murah senyum, sabar dalam menghadapi ujian, serta tawadhu’ dalam bergaul dengan siapa pun.
Pada sesi selanjutnya, Ketua LAZISNU menyampaikan informasi kegiatan organisasi menjelang Harlah NU 1 Abad Masehi, meliputi musyawarah kerja, resepsi harlah, Mujahadah Kubro, hingga ziarah makam tokoh-tokoh NU di wilayah Sumberjo.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Khobarudin, memohon keberkahan, keistiqomahan, serta keselamatan bagi seluruh jamaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama yang berlangsung penuh keakraban, sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarjamaah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Lailatul Ijtima’ Ranting Glundengan 3 senantiasa istiqomah, membawa keberkahan, serta ke depan semakin banyak jamaah yang hadir untuk bersama-sama ngaji, beribadah, dan merawat tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

