ISNU Jember Luncurkan Program Beasiswa 500 Mahasiswa Bersama Universitas Islam Jember
Fatayatnujember.com- Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Jember menggelar kegiatan buka bersama sekaligus meluncurkan program beasiswa bagi mahasiswa tahun akademik 2026–2027. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara PC ISNU Jember dan Universitas Islam Jember (UIJ) sebagai bentuk komitmen meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya dari kalangan pesantren.
Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus organisasi Nahdlatul Ulama di Jember, di antaranya PCNU Jember, PC ISNU Jember, PC Muslimat NU Jember, PC GP Ansor Jember, PC Fatayat NU Jember, PC IPNU–IPPNU Jember, para Pendamping Proses Produk Halal (PPH), serta pengurus ISNU se-Kabupaten Jember dan kalangan akademisi. Kegiatan berlangsung di Hotel Luminor Jember, Sabtu (7/3/2026).
Ketua PC ISNU Jember, Hones Dody Molasy, mengatakan program beasiswa tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih rendahnya angka lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia menceritakan pengalaman yang menjadi titik awal munculnya gagasan program tersebut.
“Suatu waktu saya dipanggil seorang kiai dari sebuah pondok pesantren besar. Beliau meminta bantuan karena salah satu santrinya yang hafidz sedang berada di Malaysia dan masuk penjara. Santri tersebut berangkat menjadi TKW ilegal karena tekanan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Hones, kiai tersebut khawatir masa depan santrinya tidak jelas karena tidak memiliki pendidikan tinggi atau ijazah sarjana.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi refleksi bahwa masih banyak lulusan SMA, termasuk dari kalangan pesantren, yang belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Secara nasional, kata dia, angka lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih sekitar 8 persen. Bahkan di sekolah SMA yang ia kelola di Tempurejo, jumlah siswa yang melanjutkan kuliah setiap tahun tidak sampai lima orang.
Berangkat dari kondisi tersebut, ISNU Jember menyiapkan program beasiswa bagi 500 mahasiswa. Pada tahun pertama pelaksanaan ditargetkan sebanyak 180 mahasiswa menerima beasiswa, sementara pada tahun kedua direncanakan meningkat menjadi 223 mahasiswa, sebelum akhirnya mencapai target keseluruhan.
Hones juga meminta seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU untuk membantu mencari pesantren yang memiliki lembaga pendidikan setingkat SMA agar dapat dijadikan sekolah binaan dalam program tersebut.
Beasiswa yang diberikan akan memanfaatkan berbagai skema bantuan pendidikan, termasuk Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Ke depan pada tahun 2026–2027 setiap PAC diharapkan memiliki sekolah binaan. Kami juga mengajak IPNU dan IPPNU untuk berkolaborasi dalam mengkader generasi muda agar menjadi kekuatan bagi umat,” katanya.
Selain program beasiswa jenjang sarjana (S1), ISNU Jember juga merencanakan pembukaan kelas khusus beasiswa S2 bagi para pengurus ISNU sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Jember yang diwakili Kepala Biro UIJ Ach Ilyas Ilyasi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara UIJ dan ISNU Jember.
Menurut dia, UIJ dan ISNU memiliki kedekatan yang tidak terpisahkan karena keduanya merupakan bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Ia mengatakan kerja sama antara kedua lembaga telah berjalan selama dua tahun terakhir, termasuk dengan sejumlah pondok pesantren seperti Pondok Pesantren Attanwir dan beberapa pesantren di wilayah Bondowoso.
“Program perkuliahan juga dapat dilaksanakan dengan sistem kelas hybrid. Dosen dapat mengajar melalui Zoom sehingga mahasiswa tetap bisa mengikuti perkuliahan meskipun berada di lingkungan pesantren,” jelasnya.
Dalam sistem tersebut, perkuliahan dilaksanakan dengan skema sepuluh kali pertemuan dalam satu semester, termasuk pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) sesuai ketentuan akademik.
Ia menambahkan, melalui Beasiswa KIP Kuliah, mahasiswa tidak hanya mendapatkan fasilitas kuliah gratis, tetapi juga bantuan biaya hidup. Selain itu, peluang beasiswa lainnya juga terbuka bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Untuk memastikan program berjalan optimal, pihak universitas akan menunjuk penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang bertugas mengawal pelaksanaan program beasiswa tersebut.
ISNU Jember dan Universitas Islam Jember berharap program beasiswa tersebut dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya dari kalangan pesantren dan Kader NU.
Kontributor: Shofiyatul Hilmah
Editor: Yulis Sri Wahyuningsih

