Menelusuri Jejak Sejarah Haji Bersama PAC Fatayat NU Wuluhan

Fatayatnujember.com – Semangat kebersamaan dan gairah menuntut ilmu mewarnai kegiatan “Sejarah Haji” yang diinisiasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wuluhan pada Jumat, 3 Juli 2026. Sebanyak 13 kader Fatayat bergerak bersama mengendarai sepeda motor, menempuh perjalanan dengan penuh rasa kekeluargaan demi menyerap hikmah dari para rukun Islam kelima.

Rombongan memulai perjalanan dari wilayah utara Purwojati menuju kawasan timur Wuluhan, tepatnya di Desa Pumo. Sepanjang jalan, suasana guyub, rukun, dan gurauan ringan menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan di antara sesama sahabat Fatayat.

Tujuan utama dari agenda kali ini adalah bersilaturahmi ke kediaman salah satu Sahabat Fatayat serta Bapak pengurus MWC NU yang baru saja menunaikan ibadah haji. Kunjungan ini didesain bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebagai ruang belajar langsung (living history) dari para tamu Allah yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual ke Tanah Suci.

Alhamdulillah, kegiatan berlangsung lancar dan sarat akan hikmah. Para peserta menyimak dengan antusias berbagai narasi perjuangan, pengalaman emosional, serta pelajaran berharga selama di Mekkah dan Madinah. Kisah-kisah yang dibagikan mencakup manajemen persiapan sebelum keberangkatan, kekhusyukan pelaksanaan ibadah, hingga ujian kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan antarduknis (regu) jamaah.

Rangkaian cerita tersebut sukses memantik inspirasi dan motivasi mendalam bagi seluruh kader yang hadir. Pengalaman spiritual para jamaah haji ini diharapkan menjadi bekal ilmu yang berharga, memupuk rasa rindu yang mendalam pada Baitullah, sekaligus menguatkan ikhtiar bersama agar kelak seluruh sahabat Fatayat mendapat giliran memenuhi panggilan Allah SWT.

Melalui kegiatan yang istiqamah seperti ini, PAC Fatayat NU Wuluhan berkomitmen untuk terus merawat ukhuwah islamiyah dan meningkatkan wawasan keagamaan. Ikhtiar ini menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi perempuan muda NU yang tidak hanya berilmu dan berdaya, tetapi juga senantiasa menebarkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

“Belajar dari pengalaman para tamu Allah adalah langkah awal untuk mempersiapkan diri menjadi tamu Allah di masa yang akan datang. Semoga Allah SWT memanggil kita semua ke Baitullah dalam keadaan sehat, mampu, dan penuh keberkahan. Aamiin.”

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Rina Gita

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *