Sambut Bulan Syuro, Jamaah Musholla An-Nur Gelar Tasyakuran dan Aksi “BERES”

Fatayatnujember.com – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Syuro (Muharram), Jamaah Musholla An-Nur Kampung Mendongan kembali menggelar agenda ngaji rutin malam Jum’at yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh 13 jamaah yang hadir dengan antusiasme tinggi untuk menghidupkan syiar di lingkungan pangkalan ibadah setempat.

Sebagai bentuk manifestasi rasa syukur kepada Allah SWT, momentum malam Syuro ini diisi dengan tradisi tasyakuran dan selametan. Uniknya, para jamaah membawa hidangan khas berupa jenang Syuro dari rumah masing-masing. Tradisi turun-temurun ini menjadi simbolisasi doa kolektif agar seluruh warga Kampung Mendongan senantiasa dianugerahi keselamatan, keberkahan hidup, kesehatan, serta kelancaran rezeki.

Rangkaian acara sakral ini diawali dengan pembacaan Surah Yasin, kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang ditujukan bagi para leluhur serta keselamatan warga desa. Suasana khusyuk begitu kental terasa saat seluruh jamaah menundukkan kepala dan memanjatkan doa-doa terbaik. Selepas menunaikan ibadah shalat Isya’ berjamaah, acara diteruskan dengan sesi ramah tamah. Di sinilah esensi kerukunan terwujud, di mana warga saling berbagi dan menikmati jenang Syuro bersama, mempererat tali silaturahmi, dan melebur sekat sosial.

Menariknya, kegiatan malam itu tidak berhenti pada ritual keagamaan saja, melainkan ditutup dengan aksi sosial nyata yang disebut Aksi BERES (Berangkat dan Pulang Bersih). Sebelum beranjak pulang ke rumah masing-masing, seluruh jamaah secara spontan bergotong-royong membersihkan setiap sudut area musholla. Dengan semangat kerja bakti yang tinggi, mereka memastikan Musholla An-Nur kembali dalam kondisi suci, rapi, dan nyaman untuk digunakan pada waktu shalat berikutnya.

Melalui sinergi mengaji dan beraksi ini, diharapkan kesadaran ibadah yang dibarengi dengan kepedulian lingkungan dapat terus mengakar di tengah masyarakat Kampung Mendongan. Aksi BERES menjadi bukti konkret bahwa mencintai rumah ibadah tidak hanya digaungkan melalui untaian doa di atas sajadah, tetapi juga diwujudkan lewat tindakan nyata menjaga kesucian fisik tempat ibadah itu sendiri.

“Musholla bersih, hati bersih, ibadah pun semakin nyaman. Mari biasakan BERES: Berangkat Bersih, Pulang Bersih.”

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Rina Gita

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *