Curah Hujan Tinggi, Petani Jagung di Jember Terancam Gagal Panen
Fatayatnujember.com- Petani jagung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghadapi ancaman gagal panen akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Genangan air yang tak kunjung surut menyebabkan akar tanaman membusuk dan memicu serangan hama.
Fenomena cuaca ini menjadi pukulan berat bagi para petani di kawasan sentra pertanian, khususnya di wilayah selatan Jember. Lahan yang biasanya produktif kini berubah menjadi lahan tergenang, dengan tanaman jagung yang menunjukkan tanda-tanda gagal tumbuh.
“Biasanya kami bisa panen dua kali lipat dari modal tanam. Tapi sekarang, batang-batang jagung banyak yang membusuk, nggak bisa tumbuh normal,” ujar Usman, salah satu petani dari wilayah terdampak, saat ditemui pada Selasa (14/10).
Petani mengaku telah melakukan berbagai upaya, seperti membuat saluran pembuangan air secara swadaya. Namun, intensitas hujan yang tinggi membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan.
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan ekonomi rumah tangga petani, mengingat jagung menjadi komoditas utama dan sumber penghidupan bagi banyak keluarga di kawasan tersebut. Tak sedikit petani kini berharap adanya intervensi pemerintah melalui bantuan teknis maupun program mitigasi bencana pertanian.
“Kami berharap ada pendampingan dari dinas pertanian, minimal solusi soal pengelolaan air. Kalau terus seperti ini, kami bisa merugi besar,” tambah Usman.
Hingga saat ini, kelompok tani bersama aparat desa masih melakukan koordinasi untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan agar ancaman krisis hasil panen di musim penghujan ini tidak meluas ke wilayah pertanian lainnya di Jawa Timur.
Penulis : Halimatus Sadiyah
Editor : Nasilah

