Fatayat NU Sabrang Teguhkan Peran Perempuan dalam Keluarga Maslahah dan Kemandirian

Fatayatnujember.com- Sabtu, 11 Oktober 2025 — Pimpinan Ranting Fatayat NU Sabrang menggelar kegiatan Pengabdian untuk Pendampingan Masyarakat Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dengan tema “Peran Perempuan dalam Penguatan Keluarga”. Kegiatan ini menghadirkan Nurul Hidayah, S.Pd, Ketua PC Fatayat NU Jember, sebagai narasumber utama yang memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya kemandirian perempuan dan peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang harmonis dan berdaya.

Dalam paparannya, Nurul Hidayah menegaskan bahwa kemandirian bagi perempuan adalah kunci utama untuk bertahan di masa sulit. “Di saat genting, perempuan harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan tetap survive. Wanita harus sehat, memiliki nilai diri (value), penghasilan sendiri, keterampilan, minat dan bakat, serta mimpi yang terus diperjuangkan,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga yang ideal tidak hanya berlandaskan konsep sakinah, mawadah, warahmah, tetapi juga harus menjadi keluarga maslahah—yakni keluarga yang membawa kemaslahatan dan manfaat bagi seluruh anggotanya serta lingkungan sekitar. Komponen keluarga maslahah menurutnya meliputi keimanan, kasih sayang, komunikasi sehat, tanggung jawab bersama, serta peran aktif perempuan dalam pengambilan keputusan.

Diskusi semakin hidup saat peserta menyoroti konsep Madrasatul Ula, bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Zahra, salah satu peserta, menyampaikan pendapatnya, “Saya setuju, madrasah pertama tetaplah ibu, karena dari ibu anak belajar nilai dan kasih sayang.” Sementara itu, Yuyun menambahkan, “Namun tanggung jawab membangun keluarga tidak hanya pada ibu, tetapi juga ayah. Semua harus saling mendukung.”

Kegiatan yang diwarnai dengan dialog interaktif ini menjadi momentum penting bagi perempuan di Desa Sabrang untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam keluarga serta masyarakat. Dengan semangat Fatayat NU, kegiatan ini meneguhkan pesan bahwa perempuan bukan hanya pelengkap, melainkan pilar utama penguat keluarga dan peradaban.

Penulis: Veni Susanti
Editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *