Heboh Tradisi Jenang Manten di Kertosari: Lebih dari Sekadar Memasak, Ini Makna di Baliknya

Kertosari, 9 Oktober 2025 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di rumah mempelai pria, Yunus, di Desa Kertosari. Warga berbondong-bondong datang untuk mengikuti tradisi pembuatan jenang manten, sebuah warisan budaya turun-temurun yang sarat makna dan nilai gotong royong.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Sejak pagi, keluarga besar dan para tetangga bahu-membahu menyiapkan bahan, mengaduk jenang, hingga menyajikannya dengan penuh sukacita. Tawa, canda, dan semangat kerja sama menghiasi setiap tahap kegiatan.

Salah satu keluarga pengantin, Murtasiah, menuturkan bahwa kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun setiap kali ada pernikahan.

“Tujuan utamanya supaya antara tetangga dan saudara saling kompak dan bergotong royong untuk memeriahkan acara pernikahan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar tradisi memasak, jenang manten juga menjadi simbol doa dan harapan baik bagi kedua mempelai. Tekstur jenang yang lengket melambangkan eratnya ikatan cinta dan kekeluargaan yang diharapkan tetap melekat sepanjang kehidupan rumah tangga.

Di tengah arus modernisasi yang serba praktis, masyarakat Kertosari tetap menjaga tradisi ini sebagai wujud pelestarian nilai budaya dan kebersamaan. Tradisi jenang manten mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya datang dari kemewahan pesta, tetapi dari kebersamaan yang tulus dan saling membantu.

Dengan semangat gotong royong yang masih terjaga, Desa Kertosari telah membuktikan bahwa kearifan lokal tetap relevan dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penulis: Maria Ulfa
editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *