Ranting NU Glundengan 3 Hidupkan Syiar dalam Lailatul Ijtima’
Fatayatnujember.com- Selasa malam Rabu Kliwon, Ranting NU Glundengan 3 menggelar Lailatul Ijtima’ di sekretariat MIS Darus Salam Sumberjo. Kegiatan rutin ini dihadiri oleh puluhan muslimin dan muslimat, menjadi momen silaturahmi sekaligus penguatan keilmuan bagi warga Nahdliyyin setempat.
Acara dimulai dengan istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Muslimin, di mana jamaah berdoa bersama memohon keberkahan dan keselamatan. Suasana kian khidmat saat memasuki bagian Mahalul Qiyam, dipimpin Ustadz Wardi yang mengajak jamaah larut dalam lantunan sholawat untuk Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, digelar sesi ngaji kitab bersama Kiai Ali Ghufron. Dalam ceramahnya beliau menyoroti adab dan teladan Nabi Muhammad SAW, seperti kisah kehormatan beliau terhadap putrinya dan para sahabat. Salah satu cerita mengisahkan bagaimana Nabi membentangkan selendangnya untuk sahabat yang datang terlambat, sebagai simbol penghormatan yang dalam.
Ketua Tanfidziyah Ranting NU Glundengan 3, Ustadz Khobarudin, dalam sambutannya menegaskan: “Semangat ngaji terus dan istiqomah.” Laporan kegiatan juga disampaikan oleh Ketua Lazisnu Glundengan 3, Mubabahul Husah, yang menjelaskan program-program kaderisasi ke depan, termasuk penguatan mushola, ngaji rutin, dan pengembangan partisipasi warga dalam kegiatan dakwah lokal.
Dalam rencananya, Lailatul Ijtima’ Ranting akan dijalankan setiap malam Rabu Kliwon, sementara Lailatul Ijtima’ di tingkat MWC NU Wuluhan akan diadakan setiap Selasa Wage. Ranting juga siap mendukung melalui penyediaan sholawat dan event keagamaan lainnya. Selain itu, laporan program menyebutkan bahwa sejumlah mushola lokal seperti Al-Amin rutin menggelar khotaman dan dzikir, serta mengundang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
Tidak ketinggalan, prestasi lokal turut dibahas: MIS Darus Salam Sumberjo berhasil meraih prestasi di bidang Matematika dan IPA dalam kompetisi daerah, sekaligus menunjukkan kebersamaan warga NU dalam mendukung pendidikan generasi muda.
Acara ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama panitia dan peserta. Suasana hangat dan penuh kebersamaan ini menguatkan tali ukhuwah antarwarga NU Glundengan 3.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini memiliki makna utama: mempererat ukhuwah Islamiah, menghidupkan syiar Islam, meneguhkan tradisi keilmuan, dan mengokohkan solidaritas jamaah NU di ranting Glundengan 3.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

