Diba’ Rutin Fatayat NU Ranting Sumberjo: Menyemai Cinta Sholawat Menyongsong Bulan Mulia

Fatayatnujember.com- Fatayat NU Ranting Sumberjo kembali menyelenggarakan kegiatan Diba’ Rutin yang berlangsung penuh khidmah dan keberkahan. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Sahabat Khomsatun dan diikuti oleh para sahabat Fatayat NU Ranting Sumberjo dengan penuh antusias dari awal hingga akhir acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang hangat oleh Sahabat Hanik Nur’aini, dilanjutkan dengan pembacaan tawassul yang dipimpin oleh Ibu Nyai Mutholiah. Suasana khusyuk terasa ketika seluruh jamaah larut dalam doa dan dzikir, memohon keberkahan serta ridha Allah SWT.

Selanjutnya, para sahabat bersama-sama menyanyikan Mars dan Himne Fatayat NU yang dipandu oleh Sahabat Syifa’. Lantunan lagu organisasi tersebut menambah semangat kebersamaan sekaligus meneguhkan kecintaan jamaah terhadap Fatayat NU sebagai jam’iyah perjuangan perempuan Ahlussunnah wal Jamaah.

Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh Ibu Nyai Siti Musyarrofah dari Muslimat NU Tanjungsari. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama membaca doa bulan Rajab sebanyak tiga kali. Disampaikan pula bahwa umat Islam saat ini tengah memasuki tiga bulan mulia, yakni Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan.

Ibu Nyai Siti Musyarrofah menjelaskan keutamaan bulan Rajab sebagai bulan penuh keberkahan sejak awal hingga akhir. Beliau menyampaikan bahwa doa-doa yang dipanjatkan di bulan Rajab insyaAllah dikabulkan oleh Allah SWT. Bahkan, puasa satu hari di bulan Rajab memiliki pahala seperti berpuasa selama satu tahun. Beberapa amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW di bulan Rajab antara lain memperbanyak silaturrahim, menjenguk orang sakit, bangun malam, dan berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan yang luar biasa, terlebih jika disertai dengan pelaksanaan shalat tasbih. Shalat tasbih dapat dikerjakan pada siang maupun malam hari, dengan ketentuan malam hari empat rakaat dua salam, sedangkan siang hari (waktu dhuha) empat rakaat satu salam.

Dalam penjelasannya, Ibu Nyai Siti Musyarrofah juga menegaskan bahwa Diba’ merupakan bagian dari “kurikulum” Fatayat NU. Hal ini sejalan dengan kandungan Surat Al-Ahzab yang menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan bersholawat, umat Islam akan mendapatkan kecintaan Rasulullah SAW. Dari 124.000 nabi, terdapat 25 nabi yang wajib diketahui, dan Nabi Muhammad SAW merupakan nabi yang paling dicintai Allah SWT, sehingga sudah sepantasnya umat Islam memperbanyak sholawat kepadanya.

Beliau juga mengisahkan tentang Abu Lahab yang mengakui Allah SWT tetapi tidak mengakui Nabi Muhammad SAW, sehingga tetap tergolong kufur. Dalam penuturannya disampaikan bahwa saat Maulid Diba’ dibaca, Rasulullah SAW hadir dan turut membersamai pembacaan dari awal hingga akhir. Beberapa keutamaan membaca Maulid Diba’ antara lain dicintai Rasulullah SAW, dijauhkan dari mara bahaya dan musibah, dibahagiakan hatinya, serta dianugerahi husnul khatimah.

Tausiyah juga mengingatkan keutamaan bulan Ramadhan. Barang siapa berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya dari api neraka. Ramadhan merupakan bulan termulia di antara dua belas bulan. Di bulan ini, seluruh amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, tidur orang yang berpuasa bernilai ibadah, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu agar umat Nabi Muhammad SAW terjaga dari perbuatan maksiat.

Sebagai penutup materi, beliau berpesan agar dalam melaksanakan shalat senantiasa menjaga tuma’ninah, dengan memberi jeda sejenak setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek, minimal dengan membaca subhanallah. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan istighfar sebanyak tiga kali, memohon ampunan serta doa agar seluruh jamaah diberi kesehatan, kelapangan rezeki, kebahagiaan keluarga, anak-anak yang shalih dan shalihah, ilmu yang barokah, serta Fatayat NU senantiasa jaya dan istiqomah dalam berkhidmah.

Doa penutup dipimpin oleh Ibu Nyai Wardah, menandai berakhirnya rangkaian Diba’ Rutin terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan. Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.

Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, menikmati hidangan sederhana dari tuan rumah, serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan ukhuwah. Semoga melalui kegiatan ini, kecintaan kepada sholawat dan jam’iyah Fatayat NU semakin tumbuh, silaturahmi semakin erat, serta semangat berkhidmah di Fatayat NU Ranting Sumberjo terus terjaga dengan istiqomah.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *