Fatayat NU Jember Siapkan Kader Responsif Tangani Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Fatayatnujember.com- Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Jember terus memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak di tingkat akar rumput. Melalui Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A), organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama itu menggelar Pelatihan Kader Pondok Konseling (Poling) Zona 1 di Kantor MWCNU Ambulu, Minggu (10/5/2026).

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 60 kader Fatayat NU dari tiga Pimpinan Anak Cabang (PAC), yakni PAC Fatayat NU Ambulu, Tempurejo, dan Wuluhan. Para peserta dipersiapkan menjadi ujung tombak layanan konseling dan pendampingan awal bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah selatan Kabupaten Jember.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 11 kali, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Fatayat NU. Pelatihan kemudian dibuka secara resmi oleh Sekretaris PC Fatayat NU Jember, Dina Tsalist Wildana.

Dalam sambutannya, Dina menegaskan pentingnya kehadiran kader Poling sebagai garda terdepan pelayanan sosial di tengah masyarakat.

“Kader Poling adalah wajah Fatayat NU di tengah masyarakat. Mereka hadir sebagai sahabat, pendengar, sekaligus pendamping pertama bagi perempuan dan anak yang membutuhkan pertolongan,” ujar Dina.

Antusiasme peserta terlihat sejak sesi awal pelatihan. Para kader aktif berbagi pengalaman lapangan, termasuk membahas fenomena kekerasan seksual seperti begal payudara yang belakangan marak terjadi di masyarakat. Peserta juga terlibat dalam diskusi mengenai dasar hukum perlindungan perempuan dan anak serta perbedaan antara kekerasan umum dan kekerasan berbasis gender.

Pelatihan ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan sensitivitas kader terhadap berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap korban.

LKP3A PC Fatayat NU Jember menilai, para kader sebenarnya telah melakukan pendampingan sejak dikukuhkan sebagai kader Poling. Namun, strategi dan pendekatan yang digunakan dinilai masih perlu diperkuat agar layanan yang diberikan semakin profesional dan tepat sasaran.

Materi pelatihan disusun secara mendasar dan aplikatif agar mudah dipahami peserta. Sejumlah materi yang diberikan meliputi kekerasan berbasis gender, pengenalan LKP3A PC Fatayat NU Jember, tugas dan fungsi kader Poling, hingga strategi menjangkau korban serta teknik asesmen awal terhadap korban kekerasan.

Untuk memperkuat kualitas pelatihan, LKP3A menghadirkan fasilitator lintas profesi yang terdiri dari advokat, akademisi hukum, dan aktivis gender. Mereka di antaranya Ketua LKP3A PC Fatayat NU Jember Siti Nurholilah, Uul Fathur Rohmah, Yurike Inna Rohmawati Ciptaningrum, Dina Tsalist Wildana, Dorifatul Masruroh, Asrotul Hikamah, dan Nuris Sabila.

Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, berharap para kader yang telah mengikuti pelatihan mampu menjadi kader Poling yang responsif dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kasus kekerasan sering terjadi di wilayah yang aksesnya sulit dan jauh dari layanan pengaduan. Kehadiran kader Poling diharapkan mampu membuat layanan pendampingan awal menjadi lebih cepat, dekat, dan aman bagi korban,” kata Nurul.

Sementara itu, Ketua LKP3A PC Fatayat NU Jember, Siti Nurholilah, mengatakan pelatihan Zona 1 menjadi langkah awal dari rangkaian pengaderan Pondok Konseling yang akan dilaksanakan di zona-zona berikutnya.

“Alhamdulillah, dengan bangga saya mengapreasi antusias dan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan kader poling zona 1 ini. Saya optimis bahwa kader poling ini akan menjadi ujung tombak keberhasilan program layanan LKP3A PC FATAYAT NU Jember di tingkat akar rumput”, ujarnya.

LKP3A PC Fatayat NU Jember menargetkan terbentuknya jejaring kader Poling di seluruh PAC se-Kabupaten Jember. Dengan demikian, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Kontributor: Dorifatul Masruroh
Editor: Yulis Sri Wahyuningsih

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *