Istiqomah di Tengah Deras Hujan: Mushola An-Nur Tutup Ngaji Rutin dengan Doa dan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H

Fatayatnujember.com- Suasana hangat penuh keberkahan menyelimuti Kampung Mendongan pada Kamis malam Jum’at, 12 Februari 2026. Di tengah rintik hingga derasnya hujan yang turun sejak petang, puluhan jamaah tetap bergegas menuju Mushola An-Nur untuk menghadiri penutupan ngaji rutin dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 H.

Kegiatan yang dipandu oleh Usfiyatul Jannah tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Malam yang istimewa itu diisi dengan tawasul, istighosah, dan tahlil bersama sebagai ikhtiar batin mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Lantunan dzikir yang menggema menghadirkan suasana syahdu, sekaligus mempererat kebersamaan antarjamaah.

“Meski hujan deras, semangat jamaah untuk hadir tidak surut. Ini menjadi bukti cinta terhadap majelis ilmu dan kesiapan hati menyambut Ramadhan,” ungkap salah satu panitia kegiatan.

Tak hanya berfokus pada penguatan spiritual, jamaah juga memanfaatkan momen tersebut untuk bermusyawarah. Dalam diskusi singkat, disepakati agenda kerja bakti membersihkan mushola sebagai bentuk persiapan lahir dan batin menyambut bulan penuh ampunan. Membersihkan rumah Allah dipahami sebagai simbol kesiapan hati dalam menyambut tamu agung, Ramadhan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sholat Isya’ berjamaah. Saf yang rapat dan doa yang terlantun bersama menjadi gambaran kekompakan warga. Kebersamaan semakin terasa saat jamaah menikmati makan berkat bersama. Hidangan sederhana yang dinikmati dalam suasana hangat itu menjadi wujud syukur sekaligus penguat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Di musim hujan seperti saat ini, kehadiran para jamaah menjadi potret nyata istiqomah. Derasnya hujan justru menguatkan tekad untuk tetap menghadiri majelis ilmu dan menjaga tradisi ngaji rutin yang telah menjadi bagian dari kehidupan warga Kampung Mendongan.

Dengan hati yang bersih dan persiapan yang matang, jamaah Mushola An-Nur berharap Ramadhan 1447 H dapat disambut dengan penuh kesiapan, kebahagiaan, dan keberkahan. Semangat istiqomah yang terus terjaga ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat keimanan seluruh warga.

Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nailul Maghfiroh

0Shares

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *