Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Perempuan dan Anak, PC Fatayat NU Jember Gelar Talkshow dan Halal Bihalal
Fatayatnujember.com- Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Jember menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan Talkshow bertajuk “Peran Daiyah Fatayat dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan untuk Perempuan dan Anak”. Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Munawwiry Islamic School, Antirogo, Sumbersari, pada Minggu (12/04).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan anggota PAC se-Kabupaten Jember, pengurus cabang, pembina Fatayat, serta tamu undangan dari Muslimat NU dan MWC NU setempat.
Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, menekankan pentingnya konsistensi kader dalam berorganisasi. Ia mengajak seluruh anggota untuk memegang teguh komitmen perjuangan sesuai dengan semangat organisasi.
“Kader Fatayat harus tetap maju dan menguat bersama dalam hal apa pun, selaras dengan jargon kita: Maju bersama, menguat bersama dalam peradaban dunia,” tegasnya di hadapan para hadirin.
Senada dengan hal tersebut, Pembina PC Fatayat NU Jember, Prof. Dr. Hj. Mukniah, M.Pd.I, mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal. Ia berharap sinergi antara pengurus dan anggota tetap terjaga demi keberlangsungan program-program strategis organisasi.
Kesehatan sebagai Hak Perempuan
Talkshow utama menghadirkan dua pakar sebagai narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Yohannes Febrianto, Sp.N, AIFO-K, seorang spesialis saraf dari RS Siloam Jember. Ia menyoroti pentingnya Sleep Hygiene atau pola tidur yang sehat. Menurutnya, gangguan tidur yang terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan saraf dan kualitas hidup jangka panjang.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Linda Dwi Eriyanti, yang juga merupakan Pembina Fatayat Jember sekaligus Akademisi FISIP Universitas Jember, memaparkan peran strategis Daiyah Fatayat di era modern. Ia menegaskan bahwa dakwah tidak hanya terbatas pada teks keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan seperti kesehatan.
“Tugas Daiyah Fatayat bukan sekadar bercerita tentang substansi kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah hak dasar kita sebagai perempuan. Daiyah harus mampu menjadi mediator yang memudahkan akses masyarakat terhadap kebijakan kesehatan,” jelas Dr. Linda.
Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 16.30 WIB dengan sesi halal bihalal (mushafahah) dan foto bersama sebagai simbol mempererat tali silaturahmi antar-kader.
Kontributor: Fita Lalia dan Sofi
Editor: Rina Gita

