Sambut Tahun Baru Islam, Fatayat NU Wuluhan Santuni Anak Yatim dan Tebar Semangat Hijrah
Fatayatnujember.com- Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum pergantian kalender Hijriah, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperbanyak doa. Semangat itulah yang diwujudkan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Wuluhan melalui kegiatan Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama yang digelar pada Sabtu (27/6/2026) di Musholla Bapak H. Hasan.
Mengusung tema “Awali Tahun Baru Islam dengan Doa dan Harapan Terbaik, Semangat Baru untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik,” kegiatan ini menjadi ruang bagi warga Nahdliyin untuk menyambut 1 Muharram 1448 H dengan mempererat ukhuwah, meningkatkan kepedulian kepada sesama, sekaligus memohon keberkahan untuk menjalani tahun yang baru.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, Bapak Mudin, jajaran Pengurus Ranting NU Wuluhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wuluhan, serta seluruh anggota PR Fatayat NU Wuluhan yang hadir dengan penuh semangat mengenakan seragam organisasi.
Suasana khidmat telah terasa sejak awal kegiatan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Sahabat Siti Maslihah, kemudian dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah yang diimami oleh tuan rumah, Bapak H. Hasan.
Memasuki acara seremonial, Sahabat Afif Nur Hidayah membuka kegiatan sebagai pembawa acara. Kekhusyukan semakin terasa ketika Sahabat Qomariyah melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan penampilan tim paduan suara PR Fatayat NU Wuluhan di bawah arahan Sahabat Zulfa yang membawakan lagu Indonesia Raya, Subhanul Wathan, Mars Fatayat NU, dan Sholawat Nahdliyah. Penampilan tersebut menjadi wujud perpaduan semangat kebangsaan, ke-NU-an, dan kecintaan kepada tanah air.
Dalam sambutannya, Ketua PR Fatayat NU Wuluhan, Sahabat Titin Martini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai awal memperbaiki diri melalui semangat menuntut ilmu dan memperbanyak amal kebaikan.
“Mari kita ikuti acara ini dengan menata niat untuk thalabul ‘ilmi agar kita semua mendapatkan keberkahan di tahun yang baru ini,” tuturnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak H. Hasan selaku perwakilan Ranting NU Wuluhan sekaligus tuan rumah. Ia berharap seluruh pengorbanan yang diberikan dalam kegiatan tersebut, baik berupa tenaga, pikiran, maupun materi, menjadi amal jariyah yang diridhai Allah SWT.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Wuluhan, Sahabat Fitria Nurhasanah, menyampaikan apresiasi atas kekompakan PR Fatayat NU Wuluhan. Ia menjelaskan bahwa kehadiran PAC dalam agenda Turba (Turun ke Bawah) merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus mengenal lebih dekat potensi setiap ranting. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan informasi mengenai rencana pelantikan PAC Fatayat NU Wuluhan serta agenda Harlah Fatayat NU ke-76 yang akan diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Jember.
Puncak kegiatan berlangsung saat prosesi santunan anak yatim. Sebanyak delapan anak yatim menerima santunan yang diserahkan langsung oleh para pengurus Fatayat NU. Momen penuh haru ini menjadi wujud nyata kepedulian organisasi terhadap anak-anak yatim sekaligus menghidupkan nilai-nilai kasih sayang dalam menyambut Tahun Baru Islam.
Sebagai penutup, Bunyai Asna Afidatul Isna menyampaikan mauidhoh hasanah yang mengajak jamaah meneladani kehidupan Rasulullah SAW yang telah menjadi anak yatim sejak masih dalam kandungan ibundanya. Melalui kisah tersebut, beliau mengingatkan pentingnya mencintai, memuliakan, dan memperhatikan anak-anak yatim sebagai bagian dari ajaran Islam yang mulia.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, serta semangat baru bagi seluruh warga Nahdliyin untuk terus berkhidmah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nurul Infitah

