Tradisi Jum’at Legi dan Pengajian Mendongan: Penguat Silaturahmi dan Gerakan Swadaya Umat
Fatayatnujember.com- Kampung Mendongan – Pengajian rutin malam Jum’at Legi di Mushola An-Nur, yang berada di perbatasan Tegal Gayam dan Sumberjo, terus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang dinantikan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi model sukses swadaya komunitas dalam mempererat silaturahmi dan mendukung renovasi mushola.
Diikuti secara istiqomah setiap pekan oleh puluhan jamaah perempuan dari berbagai usia mulai dari muda, paruh baya, hingga lansia. Kegiatan ini selalu berlangsung dengan semangat dan kekhusyukan.
Keistimewaan utama pengajian malam Jum’at Legi adalah adanya tradisi unik yang telah disepakati oleh jamaah. Setiap pekan, jamaah secara ikhlas membawa “berkat” dan memberikan sedekah uang.
Dana sedekah yang terkumpul tidak hanya digunakan sebagai kas rutin mushola, tetapi secara spesifik dialokasikan untuk membiayai kegiatan Hari Besar Islam dan menjadi motor penggerak dana renovasi Mushola An-Nur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, tawasul, dan pembacaan Al-Fatihah untuk almarhum/almarhumah keluarga jamaah. Suasana khidmat dilanjutkan dengan istighosah dan tahlil bersama. Seluruh rangkaian ini dikoordinasikan dengan sigap oleh kontributor sekaligus koordinator acara, Usfiyatul Jannah.
Setelah sholat Isya berjamaah, jamaah melanjutkan dengan wirid, sholawat, dan saling bersalaman, menciptakan momen yang penuh keakraban dan energi kebaikan.
Puncak kebersamaan terjadi saat jamaah makan berkat bersama. Hidangan sederhana ini menjadi lebih bernilai karena telah diberkahi doa dan dikumpulkan atas dasar keikhlasan, menciptakan suasana penuh syukur dan keharmonisan. Pengajian rutin di Mushola An-Nur ini diharapkan terus berjalan istiqomah, tidak hanya sebagai ritual, tetapi sebagai ruang berkumpul, belajar, dan saling menguatkan dalam kebaikan, serta memperkuat persaudaraan di Kampung Mendongan
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

