Pererat Ukhuwah dan Soliditas Kader, Fatayat NU Ancab Wuluhan Gelar Silaturrahim Pengurus di Tamansari Krajan
Fatayatnujember.com- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama Wuluhan kembali menggelar kegiatan Silaturrahim Pengurus yang dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari 2026, bertempat di Fatayat NU Ranting Tamansari Krajan, tepatnya di kediaman sahabat Ibu Andayani. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus harian dari seluruh ranting se-Kecamatan Wuluhan dengan ketentuan minimal tiga orang setiap ranting.
Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat. Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius. Sebagai bentuk cinta tanah air dan organisasi, seluruh hadirin bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne Fatayat NU, serta Subhanul Wathon.
Ketua Fatayat NU Ranting Tamansari Krajan, sahabat Siti Farida, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh pengurus serta permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan. Hal senada juga disampaikan oleh tuan rumah, sahabat Ibu Andayani, yang dengan ikhlas menyediakan tempat dan jamuan bagi seluruh peserta.
Sambutan inti disampaikan oleh Ketua Fatayat NU Anak Cabang Wuluhan, sahabat Anisatul Mukhoyaroh. Ia menegaskan bahwa kegiatan silaturrahim pengurus merupakan agenda rutin dua bulanan yang bertujuan mempererat ukhuwah dan memperkuat soliditas kader.
“Silaturrahim ini menjadi ruang untuk saling menguatkan, menyatukan langkah, dan menjaga semangat juang kader Fatayat NU agar tetap istiqamah dalam berkhidmat,” ujar Anisatul Mukhoyaroh.
Untuk membangkitkan semangat, beliau mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel kebanggaan Fatayat NU, “Siapa kita? Kader Fatayat NU! Kader Fatayat NU militan, terampil, dan amanah.”
Ia juga mengapresiasi Fatayat NU Ranting Tamansari Krajan yang meskipun memiliki jumlah anggota terbatas, namun menunjukkan kualitas dan semangat kader yang luar biasa.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh hadirin diajak mengirimkan doa dan Al-Fatihah untuk sahabat Hj. Mukaromah yang tengah dalam kondisi koma, agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas bersama Fatayat NU. Doa juga dipanjatkan agar seluruh kader senantiasa diberi kesehatan, keberkahan rezeki, serta dikaruniai putra-putri yang sholeh dan sholehah.
Disampaikan pula laporan kegiatan sosial, bahwa donasi sahabat Fatayat NU Ancab Wuluhan telah tersalurkan sebesar Rp4.000.000 untuk membantu korban bencana di Sumatra. Selain itu, PAC Fatayat NU Wuluhan juga membuka Rekening Fatayat Peduli di BMT NU sebagai sarana penguatan kepedulian sosial.
Beberapa agenda penting organisasi turut diinformasikan, di antaranya:
31 Januari 2026: Peringatan Harlah NU di Alun-alun Jember (dress code hitam putih),
8 Februari 2026: Peringatan 1 Abad NU Masehi di Stadion Gajayana, Malang,
22 Februari 2026: Konferensi Fatayat NU seiring berakhirnya masa khidmat kepengurusan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi muhasabah yang disampaikan oleh sahabat Kammia Rizqa Amalia. Ia mengangkat keteladanan Siti Khadijah r.a. yang menginfakkan seluruh hartanya demi perjuangan Islam, serta mengulas peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang terjadi di bulan Rajab.
“Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sholat sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslimah,” ungkap Kammia.
Ia mengajak seluruh kader Fatayat NU untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan memperbanyak sholat sunnah, seperti rawatib, dhuha, dan tahajud, serta membiasakan khatam Al-Qur’an minimal dua kali dalam setahun, agar mampu menjadi muslimah yang muttaqin dan muhsinin.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ibu Siti Rodiyah, dilanjutkan ramah tamah dan tashofahah sebagai wujud mempererat tali silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah. Kegiatan berlangsung penuh kehangatan, kebersamaan, dan semangat juang sebagai penguat langkah Fatayat NU dalam berkhidmat untuk agama, organisasi, dan masyarakat.
Kontributor: Usfiyatul Jannah
Editor: Nailul Maghfiroh

