Solidaritas dan Spirit Keilmuan Alumni Miftahul Ulum Kian Menguat Melalui Kajian Kitab Irsyadul Ibad
fatayatnujember.com- Ajung- Para alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Renes, Wirowongso, Ajung, Jember, kembali menggelar kegiatan rutin kajian kitab Irsyadul Ibad, Ahad (16/11/2025), bertepatan dengan bulan Jumadil Awwal 1447 H. Kegiatan berlangsung khidmat di lingkungan pondok dan dihadiri oleh alumni lintas angkatan sebagai wujud komitmen menjaga kesinambungan keilmuan serta mempererat ikatan persaudaraan.
Semangat solidaritas tampak dari partisipasi aktif para alumni dalam diskusi serta kesungguhan mereka untuk hadir secara rutin. Rutinitas ini menjadi bukti bahwa hubungan mereka tidak hanya terjalin saat menjadi santri, tetapi terus terjaga melalui kegiatan ilmiah yang berkelanjutan.
Dalam kajian kali ini, pembahasan menyoroti bab tentang iman. Penjelasan yang dipaparkan menekankan bahwa Islam merupakan amalan anggota tubuh yang tidak akan sah tanpa fondasi keimanan yang kuat. Hal ini menegaskan bahwa ibadah bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi harus dilandasi keyakinan penuh kepada Allah SWT.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH. Ahmad Dairobi, turut memberikan tausiyah. Beliau menekankan pentingnya meluruskan niat serta meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, seorang muslim hendaknya menyandarkan ibadah hanya kepada Allah SWT, satu-satunya Zat yang berkuasa mutlak, sedangkan makhluk hanyalah perantara sesuai ketentuan-Nya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memperdalam pemahaman tauhid, terutama di tengah tantangan kehidupan modern. Melalui kajian kitab-kitab turats seperti Irsyadul Ibad, para alumni diharapkan semakin mantap dalam akidah dan konsisten dalam pengamalan ajaran Islam di berbagai aspek kehidupan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ajakan untuk senantiasa menjaga tradisi keilmuan ala pesantren. Para alumni berkomitmen melanjutkan kajian rutin berikutnya sebagai bentuk penguatan ukhuwah, pendalaman ilmu, serta pelestarian ajaran ulama salaf.
Kontributor: Faiqotul Munawaroh
Editor: Rina Sugiarti Dwi Gita

