Harlah Ke-76 Fatayat NU Jember Deklarasikan “Jember Tanpa Kekerasan”, Dorong Perempuan Muda Jadi Agen Perubahan
Fatayatnujember.com– Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Jember menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan muda dalam menciptakan gerakan yang inklusif, progresif, dan berdampak bagi masyarakat. Selain menggelar talkshow dan pemberian penghargaan kepada kader inspiratif, organisasi perempuan muda NU tersebut juga mendeklarasikan komitmen bersama mewujudkan “Jember Tanpa Kekerasan”.
Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 3 tersebut diawali dengan registrasi peserta, pemeriksaan kesehatan, penampilan hadrah, Khatmil Qur’an Bil Qalam, hingga pembacaan doa bersama sebelum memasuki acara inti.
Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, S.Pd.I., menegaskan bahwa Fatayat NU merupakan wadah bagi perempuan muda untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan masing-masing.
“Fatayat adalah wadah perempuan muda untuk meningkatkan kualitas diri dan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Nurul.
Ia mengatakan tema Harlah ke-76 bukan sekadar bertujuan meningkatkan kuantitas kader, melainkan menjadi semangat gerakan organisasi.
“Tema ini bukan hanya untuk menambah kuantitas, tetapi juga merupakan gerakan kita, wa bil Fatayati wal Harakah,” katanya.
Menurut Nurul, Fatayat NU juga terus memperkuat gerakan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami berkomitmen membangun sistem perlindungan perempuan dan anak bersama berbagai pihak. Kita harus bergandengan tangan untuk mewujudkan keadilan bagi laki-laki maupun perempuan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kader-kader Fatayat NU yang dinilai memiliki kemampuan dan dedikasi tinggi.
“Saya salut dengan Fatayat. Banyak orang hebat di dalamnya dan berbagai kegiatannya mampu mendukung pengembangan kemampuan para sahabat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Alfisyah Nur Hayati, M.Si., menegaskan komitmen kampus untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan.
“PSGA secara terbuka menerima berbagai bentuk kolaborasi. Dalam semangat Kementerian Agama, kebaikan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi orang lain. Berdampak itu dimulai dari berdaya terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menyebut kolaborasi tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Inilah wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yang juga menyentuh kebutuhan sahabat-sahabat Fatayat. Perjuangan sahabat di tingkat ranting melalui berbagai kegiatan juga sangat kami apresiasi,” katanya.
Ketua PCNU Jember, Dr. KH. Abd. Hamid Pujiono, M.Ag., dalam sambutannya mengucapkan selamat atas Hari Lahir ke-76 Fatayat NU sekaligus mengingatkan agar organisasi terus bergerak memberdayakan kader.
“Fatayat harus tetap bergerak dan menggerakkan seluruh potensi yang diberikan Allah,” ujarnya.
Menurut dia, kepengurusan di tingkat ranting, PAC, hingga cabang harus mampu menjadikan anggotanya sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek perjuangan.
“Anggota Fatayat harus menjadi subjek yang aktif dalam berbagai aspek kehidupan. Seluruh program yang diciptakan harus memberikan dampak dan manfaat bagi kepentingan umat, bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.
Ia berharap kiprah Fatayat NU mampu memberikan manfaat secara luas tanpa memandang latar belakang.
“Gerakan Fatayat harus mendunia, memberi manfaat bukan hanya kepada sesama umat Islam, tetapi kepada seluruh masyarakat. Tema bergerak bersama harus benar-benar diwujudkan dalam program nyata, bukan sekadar jargon,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan ilmu pengetahuan bagi generasi muda serta konsistensi Fatayat dalam mengampanyekan gerakan anti-kekerasan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Timur, Robiah Al Adawiyah, M.Pd., mengatakan bahwa semangat “berdampak” diwujudkan melalui berbagai program penghargaan, salah satunya Award Desa Sahabat.
“Semangat berdampak akan diwujudkan melalui Award Desa Sahabat yang akan terus kami kembangkan,” katanya.
Menurut Robiah, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas kerja-kerja sosial kader Fatayat dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“PC Fatayat NU bukan hanya menghadirkan award, tetapi juga terus melakukan kerja sosial untuk menjaga nilai-nilai An-Nahdliyah,” ujarnya sebelum secara resmi membuka rangkaian Harlah ke-76 Fatayat NU Jember.
Selain deklarasi “Jember Tanpa Kekerasan”, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah pemangku kepentingan, pembacaan tiga poin komitmen, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol penguatan sinergi dalam perlindungan perempuan dan anak.
Panitia juga menghadirkan talkshow bertema “Menguatkan Peran Perempuan Muda NU dalam Mewujudkan Gerakan Inklusif, Progresif, dan Berdampak” dengan menghadirkan narasumber Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd., Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur periode 2013–2018. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan puisi, flashmob, serta pemberian Fatayat Award 2026 bagi kader berprestasi dalam kategori Fatayat Berdampak dan Fatayat Changemaker.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memperkenalkan berbagai layanan keuangan syariah kepada peserta. BSI membuka kesempatan bagi kader Fatayat di setiap kecamatan yang berminat menjadi agen layanan perbankan syariah.
Selain itu, BSI juga menawarkan kemudahan pembukaan rekening haji serta program keagenan yang memberikan insentif sebesar Rp25.000 untuk setiap pembukaan rekening haji. BSI juga memperkenalkan layanan BankEmas, yang memungkinkan masyarakat memulai investasi emas dengan nominal terjangkau sebagai alternatif investasi berbasis syariah.
Kontributor: Yulis Sri Wahyuningsih
Editor: Yulis Sri Wahyuningsih

